Fakta Sejarah Peringatan 28 Oktober: Hari Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda selalu diperingati setiap tanggal 28 Oktober per tahun. Peringatan tersebut menjadi hari yang penting bagi bangsa Indonesia karena tercetusnya ikrar pemersatu bangsa, yaitu Sumpah Pemuda. Nah, untuk turut berpartisipasi dalam memperingati 1 September: Hari Polwan ini, Anda bisa membuat Twibbon melalui link design graphic Twibbonize berikut!

Design Graphic Twibbon Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022

Link: twb.nz/sumpahpemuda2801

Melalui ikrar tersebut, para pemuda pemudi Indonesia bersumpah mengakui tumpah darah yang satu, bangsa yang satu, dan juga bahasa yang satu. Namun, di balik itu juga ada beberapa fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Nah, berikut beberapa fakta menariknya!

  1. Sumpah Pemuda Dirumuskan Mohammad Yamin

Tahukah Anda kalau naskah Sumpah Pemuda yang dikenal sampai hari ini merupakan gagasan dari Mohammad Yamin? Sebagai anggota Kongres Pemuda Kedua, beliau menuliskan rumusan tersebut pada secarik kertas ketika sesi terakhir Kongres tersebut. Nah, kemudian kertas tersebut diberikan ke pimpinan sidang, yaitu Soegondo Djojopoespito.

Dari situ mulai menyebar ke seluruh utusan organisasi pemuda yang hadir pada Kongres ini. Barulah rumusan tersebut menjadi Ikrar Sumpah Pemuda yang selanjutnya dibacakan oleh Soegondo. Kemudian, dipaparkan oleh Yamin dan disahkan sebagai Sumpah Pemuda hingga saat ini.

  1. Pada Awalnya Tidak Bernama Sumpah Pemuda

Saat Kongres Pemuda berlangsung, rumusan yang ditulis oleh Mohammad Yamin itu tidak disebut sebagai Sumpah Pemuda lho! Walaupun telah dibacakan pada Kongres, namun rumusan ikrar itu tidak memiliki judul. Barulah istilah Sumpah Pemuda muncul setelah Kongres berlangsung beberapa hari dan penetapan tanggalnya yakni 28 Oktober 1948.

  1. Menggunakan Ejaan van Ophuysen

Saat pertama kali Sumpah Pemuda dibuat dan terdiri dari tiga butir, ditulis dengan menggunakan ejaan van Ophuysen lho! Nah, ejaan ini yang digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu. Penulisan ejaan tersebut adalah menurut model yang dimengerti oleh orang-orang Belanda.

  1. Tempat Kongres Pemuda Menjadi “Museum Sumpah Pemuda”

Pelaksanaan Kongres Pemuda berada di sebuah rumah di jalan Kramat Raya nomor 106, Jakarta. Nah, dari Kongres tersebut, rumah itu ditetapkan sebagai cagar budaya dan dijadikan sebagai “Museum Sumpah Pemuda” lho! Bahkan, hingga saat ini museum tersebut bisa dikunjungi untuk mempelajari berbagai hal terkait sejarah kemerdekaan Indonesia.

Nah, tak hanya sekedar ikut mengunggah Twibbon 28 Oktober: Hari Sumpah Pemuda saja, namun Anda juga paham dengan fakta sejarah di baliknya. Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda!