Bedanya Advokat dan Pengacara

Sebelum diberlakukannya UU Advokat, ada beragam istilah untuk pembela keadilan dari mulai advokat, konsultam hukum, penasihat hukum, pengacara, dan lain-lain. Di pengadalan, sebetulnya antara advokat mauun pengacara memiliki kesamaan yaitu pihak yang memberi jasa hukum. Pembedanya hanyalah wilayah di mana jasa hukum itu diberikan.

Menurut Surat Keputusan Menteri Kehakiman, Advokat adalah seseorang, di pengadilan, yang diberi izin memberi jasa hukum, dinamakan advokat. Selain itu, di seluruh wilayah Republik Indonesia, seorang advokat memiliki wilayah untuk beracara. Adapun pengacara adalah seseorang yang melalui surat izin praktek di wilayahnya, oleh pengadilan setempat, diberi izin untuk beracara/praktek. Jika di luar wilayah izin dari prakterknya itu pengacara berkeinginan memberi jasa hukum, harus diperoleh izin dulu di mana ia akan beracara, dari pengadilan setempat.

Baca Juga  Inilah Asuransi Mobil Terbaik dan Termurah Tahun 2021

Anda bisa melihat Reglement op de Rechterlijke Organisatie en het Beleid der Justitie in Indonesia (Stb. 1847 Nomor 23 jo. Stb. 1848 Nomor 57), Pasal 185 sampai Pasal 192 terkait perbedaan advokat dan pengacara, berikut penambahan dan perubahan-perubahannya.

Membedakan antara Pengacara dan Konsultan Hukum

Ada sejumlah perbedaan untuk dua istilah ini. Perbedaan itu misalnya terkait tanggung jawab dan tugas-tugas. Dalam hal ini pengacara, di lingkup wilayahnya, memiliki tugas untuk memberi jasa hukum di pengadilan dan ini disesuaikan dengan izin praktek beracara yang dimiliki.

Adapun konsultan hukum atau lazim disebut penasihat hukum merupakan orang yang memberi layanan jasa hukum dengan bentuk konsutasi dalam sistem hukum di negara masing-masing yang berlaku. Jadi, di luar pengadilan, layanan konsultasi berikut jasa hukum, merupakan jasa yang diberikan oleh jasa konsultan hukum. Tetapi, demi kejelasan standarisasi, sejak UU advokat diberlakukan, dibuat penyamaan istilah ini dengan advokat.

Baca Juga  Cara Mudah dan Terjangkau Mengajukan Klaim Asuransi Kendaraan¬†

Siapa Calon Advokat itu ??

Untuk pencari keadilan, atas jasa yang diberikan, diberikan sebutan officium nobile atau profesi yang mulia untuk advokat. Seperti apa yang diatur dalam UU Advokat, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar seseorang bisa berprofesi sebagai advokat karena pendidikan hukum tak bisa dijajaki oleh semua orang.

Sesuai Pasal 2 ayat (1) UU Advokat, organisasi advokat memberi lisensi pengangkatan advokat tehadap sarjana yang lulus pendidikan tinggi hukum kemudian menjalani pendidikan khusus untuk profesi advokat. PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) di Indonesia, adalah organisasi advokat yang diakui.

Setelah selesai melalui pendidikan khusus advokat profesional, terlebih dulu ada ujian-ujian yang diberikan pada calona advokat. Setelah itu calon advokat harus magang selama 2 tahun terus menerus di kantor advokat. Jika nanti lulus, di pengadilan tinggi di mana calon advokat itu berdomisili, calon advokat itu diambil sumpahnya sehingga ia nanti bisa menjalankan tugas advokat.

Baca Juga  Inilah Asuransi Mobil Terbaik dan Termurah Tahun 2021

Setelah diberlakukannya UU Advokat, sesuai poin-poin di atas, baik itu penasihat hukum, konsultan hukum, advokat maupun istilah pengacara dikatakan sebagai satu hal yang sama. Nah kini apakah anda sudah pahami perbeaannya ?

Sumber :

https://libera. id/blogs/beda-advokat-dan-pengacara/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *