Stereotip Pengendara Arogan Yang Harus Dihindari

Seringkali kita mendapati banyak ketidakenakan ketika sedang berkendara di jalan. Sebagai seorang pengemudi, tentu anda berusaha sebaik mungkin untuk menerapkan pengetahuan tentang cara berkendara yang aman baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Tetapi ketika anda berupaya menjadi pengendara yang baik, ada saja mereka yang melanggar etika dan norma kesopanan ketika berada di jalanan. Sehingga para pelaku pelanggaran ini sering dicap sebagai pengganggu kepentingan umum, kurang sopan, bahkan “arogan”.

Paling tidak ada 5 perilaku mengemudi yang bisa ditafsirkan sebagai perilaku arogan dan dikategorikan pelanggaran. Beberapa hal itu antara lain :

1. Saat Akan Berbelok atau Pindah Lajur, Pengendara Tidak Menyalakan sein 

Betapa bodohnya kita ketika memikirkan hal lain ketika sedang berkendara sehingga menyebabkan perilaku kita tidak terkontrol dan ketika hendak berbelok atau pindah jalur kita lupa untuk menyalakan sein. Ini sangat berbahaya baik bagi diri pengendara juga bagi pemakai jalan lainnya.

Jika mengacu pada pasal 112 UU No 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, maka seorang pengemudi kendaraan harus memberi isyarat lampu penunjuk arah dengan sein ketika ingin bergerak ke samping, berbalik arah, berbelok, atau berpindah jalur.

Ketika pelanggaran lalu lintas terjadi bisa dikatakan bahwa pengendara tersebut memiliki empati yang buruk, kemampuan mengemudinya masih lemah, padahal aksi yang cekatan untuk mengantisipasi berbagai hal di jalan mutlak diperlukan.

2. Kendaraan Yang Berhak diPrioritaskan Tidak Didahulukan 

Pernahkah anda melihat kejadian yang viral di media sosial di mana ambulans yang sedang membawa pasien tidak didahulukan sehingga terhambat dan berakibat pasien yang dibawa meninggal dunia?

Ketika sebuah survey dilakukan banyak sekali masyarakat yang merespon peristiwa ini dengan pendapat yang beragam. Sebagian mengatakan kendaraan mereka tidak memakai spion, sirine tidak terdengar, dan lain-lain.

Apa pun alasannya, perilaku tersebut tentunya pantang ditiru. Supaya menghindari konflik horizontal hingga baku hantam.

Suara ambulans yang memekakan telinga bisa saja membuat pemakai jalan naik pitam karena mempengaruhi emosinya. Meski begitu sebagai pengendara yang baik, tak sepatutnya kita berpeliku seenaknya, tetap kendalikan pikiran dan berfokus pada kejadian di jalanan.

TRENDING  Tips Merawat Mobil Toyota Kesayangan Anda

3. Klakson Dinyalakan Tidak Sesuai Kebutuhan

Ketika berada di persimpangan jalan, pengemudi mobil biasa membunyikan klakson yang tujuannya adalah agar kendaraan di depan cepat jalan. Pengemudi mobil menyalakan klakson ketika lampu hijau sudah menyala.

Meskipun demikian ada kalanya orang-orang membunyikan klakson tidak pada tempatnya seperti mengklakson orang yang hendak menyeberang kalan. Membunyikan klakson di area-area yang tidak sepatutnya seperti di sekitar area pendidikan atau di rumah ibadah.

Dalam hal ini pengguna jalan tidak berempati terhadap banyak hal di sekitarnya. Padahal dalam situasi seperti ini, pemakai jalan seharusnya bisa mengedepankan moral serta ketertiban.

4. Hindari Merokok sambil mengemudi

Sebagian orang mungkin tidak suka melihat pengguna jalan lain yang mengemudi sambil merokok. Disadari atau tidak, kebiasaan ini bisa mengakibatkan kecelakaan di jalan dan sebuah perilaku yang harus dihindari.

Anda bisa membayangkan betapa abu rokok yang berbau tidak sedap itu bisa mengenai mata pengguna jalan lainnya. Ini adalah perilaku berlalu lintas yang masih lemah, kaitan nya erat dengan intelegensi dan secara naluri tentu semua tidak membenarkan hal ini.

5. Menanyakan Alamat Tanpa Turun dari Mobil atau Buka Helm

Yang terakhir erat kaitannya dengan norma kesopanan. Mungkin anda pernah melihat seseorang bertanya ke pengguna jalan padahal ia masih berada di mobil. Menurut anda apakah kebiasaan ini buruk ataukah lumrah ?

Bagi anda yang menganggal hal ini masalah sepele, sebaiknya berpikir ulang terlebih jika sewaktu-waktu anda sendiri yang melakukan hal ini. Bagi kita sudah seharusnya kesopanan atau tata krama didahulukan meski kita hidup di masyarakat multi budaya. Alasannya karena perilaku yang menurut kita masalah sepele, bagi orang lain bisa diartikan sebagai perilaku tidak sopan.

Nah itulah 5 hal buruk yang harus dihindari agar anda tidak dicap sebagai pengendara arogan. Dalam berkendara, berusalah untuk selalu berhati-hati dan bijak.

Sumber :

https://garasi.id/artikel/5-perilaku-mengemudi-yang-membahayakan/5fb741f99951aa1fed218b45

Originally posted 2021-06-28 14:30:14.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *