Semakin Memanas Perang Rusia Vs Ukraina!

Eskalasi Rusia dengan Ukraina terus meningkat. Sitasi ini memicu reaksi dunia Internasional. Kekhawatiran tentang ancaman perang baru di Eropa tetap mendesak. 

Dalam beberapa pekan terakhir ketegangan Ukraina Rusia semakin memanas, bahkan sejumlah negara seperti Amerika dan Inggris memerintahkan evakuasi terhadap warga staf kedutaan mereka di ibu kota Kiev mulai awal pekan ini. Wangshinton sendiri menempatkan 8.500 tentara dalam status siaga tinggi untuk dikerahkan ke Eropa serta mengirimkan senjata dengan nilai $200jt AS atau setara dengan 1,86 Triliun. 

Sikap Amerika ini ditekankan oleh wakil presiden Amerika Serikat Kamala Harris. Sementara itu, Uni Eropa pun juga mengumumkan bantuan darurat senilai 21,4 Triliun untuk Ukraina. Langkah Amerika Serikat dan Uni Eropa tersebut menyusul adanya kekhawatiran daerah barat akan adanya inflasi Rusia ke Ukraina. Amerika Serikat menuding Rusia melakukan sabotase dengan menempatkan sekelompok agen terlatih berbekal bahan peledak di perbatasan Rusia Ukraina. Namun, Rusia membantah tuduhan Amerika dan menyebut Amerika dan negara-negara barat menyebarkan isu bohong untuk memicu ketakutan dan kekacauan di kawasan Eropa Timur. 

“Kami ingin memberikan gambaran terkait perhatian anda semua tentang eskalasi ketegangan yang terjadi. Dari aktivitas informasi dan segala aksi yang dikendalikan oleh Amerika dan NATO,V rentang eskalasi ketegangan yang terjadi.” Ujar Dmitry Peskov sebagai juru bicara Presiden Vladimir Putin.

Meski demikian, bantahan Rusia ditampik oleh Ukraina dan sekutunya. Sejumlah pejabat tinggi Ukraina mengatakan bahwa sejak April lalu Rusia telah menempatkan lebih dari 100 ribu tentara nya di tiga titik perbatasan dengan Ukraina. Rusia juga mengerahkan 60 batalion atau 40 ribu tentara ke Belarusia dan menggelar latihan gabungan.

“Sejumlah hal yang dilakukan Rusia adalah dengan menempatkan pasukan di perbatasannya. Itu terjadi, kami telah mendeteksi nya. Tapi semua itu tidak membuat kami terkejut. Mungkin itu mengejutkan sekutu kami, akhirnya mereka melihat sendiri operasi senjata Rusia di perbatasan.” Ujar Oleksiy Danilov selaku Sekretaris Dewan Keamanan Pertahanan Ukraina.

Upaya diplomatik telah dilakukan banyak pihak. Namun, dua tuntutan rusia dianggap sulit diwujudkan. Tuntutan pertama Rusia yang ingin NATO menolak keanggotaan Ukraina dan kedua Rusia minta NATO menarik pasukannya dari wilayah timur Eropa. 

“ Saya jelaskan, NATO tidak akan berkompromi dengan prinsip-prinsip dasar kami. Kami berpihak pada hak-hak setiap negara untuk memilih aliansinya dan pintu NATO selalu terbuka. Kedaulatan negara-negara adalah hak untuk diperjuangkan. NATO selalu menghormati itu. Ujar Jens Stoltenberg selaku Sekjen NATO.

TRENDING  Kasus Pembajakan Akun Whatsapp Bermunculan? ini Modus dan Tujuannya

Ketegangan Ukraina dan Rusia makin memanas. Pemerintah Rusia juga terus menumpuk pasukannya di berbagai perbatasan wilayah dengan Ukraina hingga mencapai 100 ribu personal.

Sesuai informasi yang kami miliki, situasi di Rusia saat ini memang hanya tegang di perbatasannya saja karena di tempat-tempat yang jauh dari perbatasan Rusia situasinya masih kondusif dan seperti tidak terjadi apa-apa. Tetapi menurut kantor berita Rusia reoan basti situasi di kompas masih tegang sehingga mantan perdana menteri Ukraina Mykola Azarov menyatakan mungkin memerlukan evakuasi penduduk disana.

Sebelumnya kantor berita reoan basti juga melaporkan bahwa pesawat dengan bantuan militer AS gelombang kedua telah tiba di bandara borsibio, gelombang pertama senjata 90 ton dan senjata tiba pada tanggal 22 januari 2022 ini merupakan paket pertolongan pertama pada tahun 2022. Laporan ini menyatakan bahwa gelombang baru bantuan militer terdiri dari Bunker Defeat Munition (BDM).  Bentuknya berupa senjata panggul, namun M141 bukanlah rudal, melainkan roket sekali pakai (disposable) untuk menghancurkan sasaran berupa perkubuan atau bunker.

Ada cerita tentang keberanian luar biasa dalam menghadapi kesulitan yang sangat ekstrim termasuk 13 penjaga perbatasan di sebuah pulau kecil di Laut Hitam yang menolak untuk menyerah kepada kapal perang Rusia dan dibantai selama pengeboman. Presiden Zelensky mengatakan mereka akan menerima penghargaan pahlawan perang pasca perang.

Pertempuran juga terjadi di sekitar lokasi bekas pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Penasihat Presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak mengatakan situs nuklir itu sendiri telah menghilang setelah pertempuran sengit.

Pada hari Jumat (25/2), Badan Nuklir Ukraina mengatakan bahwa ada peningkatan tingkat radiasi di daerah tersebut. Namun, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian pertahanan Rusia mengatakan tingkat itu normal dan menambahkan bahwa kesepakatan telah dicapai untuk memastikan keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl dan sarkofagus.

Mengenai korban, Ukraina mengatakan setidaknya 137 warga sipil dan tentara tewas. Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace memperkirakan bahwa Rusia telah kehilangan 450 orang sejak serangan dimulai pada Kamis, 24 Februari di Moskow, setelah berminggu-minggu ketegangan meningkat.