Review Asus ROG Mothersip, Laptop Anak Sultan

Asus ROG Mothership dan Desainnya Yang Funky

Di antara beberapa laptop dengan model funky yang pernah saya lihat, mungkin Asus ROG Mothership ini adalah yang terkeren. Terdapat banyak hiasan emblem ROG (Republic of Gamers) yang diberi backlit besar-besar sampai bagian tutup bawahnya, apalagi bahannya dibuat dari alumunium hitam yang disikat. Tutup bagian atas diberi banyak ventilasi dalam bentuk slot dengan ukuran sedang dan besar kemudian pola geometris yang betul-betul asing menjadi konfigurasinya. Seakan-akan harus dipakai kode khusus untuk membuka laptop ketika melihat bingkai dengan huruf terukir saat melihat laptop ini dari jarak dekat.

Pada umumnya ketika sebuah laptop dibuka, seringkali untuk mengungkap bagian dalam kita mencari bagian paling riangan untuk diangkat. Dengan Mothership, hal sama tidak berlaku. Menggunakan penutup yang sebetulnya akan dipasang justru anda membuat laptop ini dalam posisi berdiri. Dari situ, panel depan diturunkan ke bawah dengan lembut. Setelahnya Logo ROG yang berukuran besar akan muncul di atas dek keyboard sekaligus dengan keyboard nya yang amazing.

Untuk bepergian, jika anda memasukkan laptop ini ke dalam tas, anda akan merasakan sakit di pungung karena berat laptop ini mencapai 10 kilogram, dengan dimensi 16.1 x 12.6 x 1.2-inci. Namun ini tak jadi soal karena hanya berlaku jika anda ingin membawanya saja. Dari MSI GT76 Titan (15,6 x 12,9 x 1,3 ~ 1,7 inci hanya beda sedikit beratnya yang mencapai 9,9 pound.

Asus ROG Mothership dan Performanya

Pekerjaan apapun yang levelnya kelas berat, dengan Mothership dan prosesor Intel Core i9-9850HK 2,4 GHz dengan RAM 64GB semua akan selesai dalam waktu singkat. Dan kalau menurut anda multitasking seberat itu belum cukup, kecepatannya bahkan lebih hebat lagi. Episode Raising Dion di Netflix bisa ditangani dengan mudah meski pada kecepatan clock mendasar kendati di Google Chrome terbuka 29 tambahan tab. Bahkan bisa terus dijalankan kendati Borderlands 3 sedang dijalankan di latar belakang.

laptop mothership

Dibanding laptop gaming 24.742 kelas premium pada umumnya, mothership mencapai kinerja 3.879 saat diuji totalitas performanya menggunakan Geekbench 4.1. Adapun hasil tinggi di angka 32.591 dan 32.167 diperoleh ketika dilakukan pengujian menbgunakan prosesor dekstop core i9-9900K di area 51m dan Titan.

Untuk mentranskode Video 4K ke 1080P, hanya diperlukan waktu 5 menit dan 50 detik oleh Mothership.  Ini meluncur melewati rata-rata 9:20 serta 5:51 dan 6:00 yang dipasang oleh Titan dan Area-51m, masing-masing.

TRENDING  Laptop Tidak Mau Menyala Lampu Indikator Hanya Berkedip

Setelah itu Tes Transfer File dijalankan, quad Mothership dari 512GB M.2 NVMe PCIe SSD dalam konfigurasi RAID 0 menduplikasi file multimedia 4,97GB dalam 4 detik. Itu kecepatan transfer 1.272,5 megabita per detik, yang hanya cukup untuk mengungguli 1.272,3 MBps yang dihasilkan oleh dual-1TB NVMe PCIe PCIe SSD. Titan dan 2TB NVMe PCIe SSD mencetak tertinggi dengan skor 1,454.1MBps.

Baterai Asus ROG Mothership dan daya tahannya

Jika mencoba menyandingkan kinerja baterai Asus ROG Mothership dengan baterai dari laptop kelas premium lainnya, tentu saja baterai Mothership jauh mengungguli semuanya. Ketika dilakukan tes baterai Laptop Mag (Menelusuri web tanpa henti menggunakan wifi berkeceatan 150 nits) selama 4 jam 41 menit, mothership bisa bertahan.  Tanpa keyboard, waktu Mothership naik menjadi 5:09. Dari rata-rata laptop gaming 3:09 premium serta waktu yang dihasilkan oleh Titan (3:45) dan Area-51m (2:36), jadi yang kedua kali lebih lama.

Apakah ini tergolong sebuah laptop ataukah tergolong desktop hanya anda yang bisa memastikannya setelah mencobanya sendiri. Asus memang menciptakan produk-produk di atas level premium dengan kecepatan yang begitu gila. Sistem mencapai konfigurasi yang lebih dingin karena adanya ventilasi dari bawah ke atas, berkat posisi berdiri hybrid dari laptop ini. Dengan begitu kinerja yang lebih baik pun dicapai.

Mendengar harga dari laptop Asus ROG Mothership ini bisa betul-betul memekakan telinga hingga rekening bank pun ancur-ancuran dibuatnya. Tengok saja, dengan RAM 64 GB, Grafis NVidia RTX 2080, apalagi berprosesor Intel Core i9, menjadikan Mothership di posisi teratas dari pesaing-pesaing lainnya dan tentu saja mengungguli mereka. di beberapa daerah. Namun untuk layar, justru layar yang lebih terang seperti pada MSI GT76 Titan adalah apa yang saya inginkan. Sepadan lah dengan uang yang kita bayarkan.

Secara total, Mothership adalah laptop yang pas untuk anda para pecinta gaming dan pekerja grafis kelas berat. Bagi gamer bertalenta tinggi yang mencari pengganti desktop yang bisa meningkatkan setiap kinerja yang mungkin dan tetap (dan terlihat) keren saat melakukannya.

https://www. detiklaptop.com/review-laptop-asus-rog-mothership.html