Laptop Sering Panas? Begini Cara Mudah Mengatasinya

Laptop sering panas adalah salah satu masalah paling mengganggu. Ini menjadi permasalahan umum di masyarakat. Ketika hal ini terjadi, pekerjaan pasti sangat terganggu. Itu karena, penggunaannya sendiri tidak akan nyaman. Terlebih lagi, panasnya suhu bisa menyebabkan berbagai masalah tertentu.

Pertama, perangkat bisa mati secara tiba-tiba. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada harddisk. Selain itu, panasnya suhu ini juga bisa mengakibatkan kerusakan pada hardware.

Terdapat standar suhu tertentu agar kondisi perangkat tetap nyaman. Namun, standar suhunya tidak mengganggu ketika dipegang oleh tangan.

Apabila kondisi panas sudah terasa mengganggu, hal tersebut membuktikan jika panas tersebut sudah tidak berada pada kondisi standar. Apabila hal ini sedang dirasakan, segera atasi permasalahan tersebut secepatnya. Untuk mengatasinya sendiri cukup mudah. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Buat Jadwal dan Efisienkan Penggunaan

Poin pertama untuk mengatasi laptop sering panas adalah pembuatan jadwal. Salah satu masalah utama yang membuat suhu meningkat adalah penggunaan secara terus menerus. Sebenarnya, pasti menjadi masalah juga apabila perangkat jarang digunakan. Namun, ada baiknya membuat penggunaan harian secara terjadwal.

Baca Juga  Laptop Asus Tidak Bisa Nyala Tapi Lampu Power Hidup

Sebagai saran, ada baiknya melakukan sleep pada laptop setiap empat jam sekali. Namun jika perangkat memang tidak akan digunakan untuk waktu lama, ada baiknya tidak menggunakan mode sleep. Akan lebih tepat jika memilih untuk mematikannya. Setelah itu, jangan lupa juga untuk mengefesienkan penggunaan software.

Salah satu kesalahan umum di masyarakat adalah membuka perangkat lunak dalam jumlah banyak dalam waktu bersamaan. Sebaik apapun spesifikasi dari sebuah laptop, hal ini pasti menimbulkan masalah. Terlebih lagi jika banyak aplikasi aktif di latar belakang. Ini akan membuat kemungkinan meningkatnya suhu perangkat menjadi lebih besar.

Gunakan Software Utility dan Bersihkan Kipas

Keberadaan software utility sangat membantu ketika mengalami masalah laptop sering panas. Ketika menggunakan software tersebut, pasti terdapat pemberitahuan ketika suhu laptop sudah meningkat atau kinerjanya sudah tidak maksimal.

Sebenarnya, keberadaan aplikasi ini tidak akan berpengaruh terhadap suhu.Namun, peringatan dari aplikasi tersebut dapat digunakan sebagai acuan agar pengguna mengambil tindakan tertentu. Tindakannya sendiri bermacam-macam mulai dari melakukan refresh, sleep, atau mematikan perangkat.

Jangan lupa juga untuk membersihkan kipas dari laptop. Ketika kipas sudah memiliki debu, fungsinya tidak akan berjalan optimal.

Baca Juga  Pengguna Windows 10 Harus Berhati-Hati, Bug Ini Bisa Menjadi Mimpi Buruk

Hal tersebut membuat penurunan suhu pada perangkat tidak akan terjadi. Biasanya, kipas dengan banyak debu pasti memiliki ciri berupa suara bergemuruh ketika dinyalakan.

Apabila suara tersebut sudah mulai terdengar, itu membuktikan jika sekarang sudah waktunya untuk melakukan pembersihan. Pembersihan sebenarnya mudah. Namun jika Anda tidak bisa, sewa saja jasa seorang ahli.

Perhatikan Alas dan Pakai Kipas Eksternal

Alas juga menjadi alasan mengapa laptop sering panas. Apabila sebuah perangkat menjadikan bahan yang memiliki suhu tinggi sebagai alas, besar kemungkinan suhunya malah akan semakin meningkat.

Akan lebih baik jika alas ini merupakan sesuatu yang bersifat dingin atau dapat menyerap panas.
Pilihan terbaik adalah lantai. Alas yang berupa lantai bisa membuat permasalahan suhu dari perangkat akan bisa diselesaikan. Jangan lupa juga untuk menggunakan kipas eksternal.

Keberadaan alat ini sangat membantu. Kipas eksternal sendiri biasanya digunakan sebagai alas. Dengan itu, pendinginan akan dilakukan dari arah bawah.

Hal ini sangat bermanfaat apabila perangkat yang digunakan sudah berusia lama. Dengan adanya kipas eksternal, kipas bawaan yang sudah tidak berfungsi optimal akan terbantu. Namun keberadaan kipas eksternal ini akan berpengaruh terhadap penggunaan baterai. Itu karena, akan terdapat daya yang diambil hingga 5 volt.

Baca Juga  Cara Menghidupkan Laptop Tanpa Tombol Power

Atur Sistem Operasi dan Perangkat Lunak

Jangan lupa juga untuk mengatur sistem operasi dan perangkat lunak. Ini sangat berfungsi untuk menyelesaikan permasalahan laptop sering panas.

Jika laptop sering panas, jangan melakukan kesalahan dengan menggunakan windows 10. Akan lebih baik jika menggunakan windows 7 atau XP.

Sebagai pilihan lain, Anda juga bisa menggunakan linux. Pemilihan perangkat lunak juga perlu dilakukan secara tepat. Contoh pemilihan perangkat lunak terbaik adalah dari microsoft office.

Jika tidak terlalu sering menggunakannya, jangan menginstall seri di atas microsoft office 2010. Akan lebih baik jika menginstall seri di bawahnya.

Selalu ingat bahwa pembaruan perangkat akan terus terjadi. Oleh sebab itu, kondisi panas tidak akan bisa dihindari jika usia perangkat memang sudah lama. Namun setidaknya, apa yang dijelaskan di atas akan sedikit memberikan pengaruh terhadap masalah laptop sering panas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *