Ingatkan Dunia! Jokowi Resmi Buka KTT G20 Hadapi Krisis

Jokowi Resmi Buka KTT G20 Hadapi Krisis – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang terdiri dari 17 kepala negara anggota di Nusa Dua, Bali pada Selasa (15/11/22). Jokowi membuka event internasional tahun ini sebagai Presiden G20.

Ia menyampaikan salamnya kepada seluruh pemimpin dunia yang hadir disana.

“Para pemimpin, selamat pagi, hari ini saya umumkan bahwa KTT G20 dibuka,” kata Jokowi saat ditayangkan di akun YouTube presiden, Selasa, (15/11/22).

Jokowi mengatakan bahwa suatu kehormatan Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20. Ia pun mengisyaratkan upaya bersama untuk bisa duduk bersama.

“Selamat datang di Bali, dan selamat datang di Indonesia, suatu kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah KTT G20, saya paham seluruh upaya yang luar biasa agar kita semua duduk bersama di ruang ini” kata Jokowi.

Baca juga:   Inilah Kumpulan Bingkai Twibbon Paling Populer HarLah NU ke - 96 Tahun 2022 yang Cocok Dijadikan Photo Profil

KTT G20 akan berlangsung hingga Rabu (16/11/22). Dalam pidato pembukaannya, Jokowi menginginkan pertemuan negara-negara dengan kekayaan terbesar di dunia untuk menciptakan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjadikan dunia lebih baik.

Ia juga mengimbau para pemimpin negara G20 untuk bekerja sama mengatasi masalah bersama dan menjaga perdamaian di dunia. 

Jokowi kemudian berbicara tentang tantangan krisis yang dihadapi dunia. Menurut Jokowi, negara-negara berkembang paling terdampak oleh situasi global saat ini.

“Para pemimpin yang saya hormati, dunia sedang menghadapi tantangan yang luar biasa, krisis telah terjadi, pandemi Covid-19 belum berakhir, konflik terus meningkat, perang telah terjadi, dan efek dari krisis tersebut. Perbedaannya adalah makanan, kekuasaan dan uang. Keamanan dunia menjadi perhatian, terutama negara”. 

Baca juga:   MAKANAN PALING LARIS DI BULAN RAMADHAN UNTUK IDE JUALAN

“Masalah pupuk tidak boleh dianggap remeh. Jika kita tidak segera bertindak untuk memastikan tersedianya pupuk yang cukup dan terjangkau, maka tahun 2023 akan menjadi tahun kelam. Indonesian”.

“Tingginya harga pangan yang dialami saat ini dapat menyebabkan kelangkaan pangan dan tidak ada pasokan pangan. Kekurangan pupuk dapat menyebabkan gagal panen di banyak bagian dunia. Empat puluh delapan negara berkembang yang terkena dampak kekurangan pangan akan menghadapi situasi yang mengerikan. Selain itu, kita juga melihat tatanan dunia dan hukum internasional sedang diuji”, kata Jokowi.

Jokowi dalam sambutannya juga berharap agar G20 dapat menunjukkan keberhasilan dan bukan kegagalan.