BERITA KONFLIK UKRAINA VS RUSIA TERBARU

Konflik dan Perang Ukraina vs Rusia telah menginjak di hari ke sembilan. Beberapa hal terus terjadi diluar dugaan, tanda-tanda akan adanya gencatan senjata dan pengangkatan simbol damai sepertinya masih belum terlihat. Berita konflik Ukraina vs Russia terbaru sudah ramai di perbincangkan berbagai media di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bagaimana tidak, jika konflik ini terus berlangsung dan hal yang paling dikhawatirkan semua orang di seluruh dunia yaitu tercetusnya Perang Dunia Ke-3 bisa saja terjadi. 

Seperti yang sudah kita ketahui jika kekuatan militer dari 2 negara tersebut memang tidak bisa dianggap main-main. Terlebih lagi jika sampai para pendukung atau sekutu dari kedua belah pihak ikut turun ambil bagian dalam perang, pastinya akan membuat serangkaian peristiwa dan akan membuat situasi menjadi lebih rumit. Berikut ini merupakan berita terkait konflik Ukraina vs Rusia terbaru. Mari ikuti penjelasan dibawah ini :

1. Peringatan keras Vladimir Putin yang akan terus menggempur Ukraina tanpa ampun

Presiden Vladimir Putin menegaskan kembali jika Rusia akan terus melancarkan invasi dan operasi militer ke Ukraina tanpa ampun. Putin menyampaikan bahwa seluruh pasukannya akan terus menghantam dan melawan semua orang di Ukraina yang menyebut diri mereka sebagai “nasionalis”. Meskipun dampak dari keputusan Presiden Rusia tersebut telah dihukum oleh berbagai negara di dunia dengan banyak sanksi dan embargo di berbagai sektor, Presiden Putin tetap teguh akan apa yang Disampaikan terkait invasinya ini.

Presiden Putin juga memberikan ancaman serius jika Ia akan menambah tuntutan sebagai syarat damai kepada Ukraina, jika kedapatan adanya upaya yang menahan dan menghambat proses perundingan antara Moskow dan Kiev. Selain itu Presiden Putin juga menyampaikan jika Dia tidak menyukai isi pidato Presiden Perancis yaitu Emmanuel Macron terkait soal konflik antara Ukraina dan Rusia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Macron menyampaikan jika Rusia telah melakukan suatu “kesalahan besar” di Ukraina. Macron berpendapat jika Putin telah membohongi diri sendiri dengan klaimnya atas negara Ukraina yang selama ini hanya dijadikan Moskow sebagai dalih untuk melancarkan invasi. Macron juga memperingatkan Putin jika konflik dan peperangan ini terus berlanjut hanya akan membuat Rusia mengalami kerugian yang besar. Namun Presiden Macron juga menegaskan jika Perancis tidak akan berperang melawan Rusia, menurutnya konflik antara Rusia dan Ukraina ini telah memecah Eropa.

2. Kesepakatan dari Dialog Ke-2 dari pihak Rusia-Ukraina

Pada Kamis (3/3) kemarin telah berlangsung dialog putaran ke-2 antara pihak Rusia dan Ukraina. Dialog kedua belah pihak yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, berhasil menyepakati 1 isu utama dari tiga yang dicanangkan.

Ketiga isu yang disampaikan Ukraina adalah, pertama terkait penarikan pasukan invasi atau gencatan senjata dari pihak Rusia. Kedua, perjanjian untuk pelaksanaan gencatan senjata. Dan terakhir, penetapan koridor kemanusiaan yaitu untuk mengevakuasi seluruh warga sipil yang menjadi korban dari wilayah Ukraina yang telah hancur. Hanya isu terakhirlah yang disepakati oleh kedua belah pihak sebagai hasil dari dialog tersebut.  Dengan hasil ini, untuk kedua kalinya perundingan yang dilakukan pihak Rusia-Ukraina tidak menghasilkan kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri pertumpahan darah yang terus bertambah.

3. Perebutan Kota Kharkiv dan Pemblokiran Akses Ukraina ke Laut

Rusia telah mengumumkan kendali atas kota sekaligus pelabuhan di bagian selatan Kherson. Pertempuran Militer Rusia dan nasionalis Ukraina pecah di kota terbesar kedua Ukraina yaitu Kharkiv. Pasukan militer Rusia sepertinya bergerak dan melancarkan serangan untuk memblokir akses Ukraina dari laut. Operasi itu pun berhasil dan Kherson, Mariupol, serta Odessa bagian barat dikepung oleh satuan militer amfibi Rusia yang ditakuti. Pelabuhan ini merupakan yang tersebar di sepanjang garis pantai Ukraina. Dengan memotong akses Ukraina ke pantainya merupakan strategi yang akan memberikan pukulan berat bagi perekonomian Ukraina. Hal tersebut memungkinkan pihak Rusia bisa membangun koridor darat yang akan membentang dari perbatasannya, melintasi Krimea hingga Rumania.

TRENDING  Wajib Coba! Jualan Paling Laris di Bulan Ramadhan

Selain itu, tujuan utama dari pasukan Rusia yang dikerahkan di bagian tenggara Ukraina adalah kota Zaporizhzhia. Karena tempat ini merupakan lokasi dimana pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berada dan merupakan yang terbesar di Eropa. Pasukan Rusia bergerak untuk mencoba menyerang barikade pertahanan di pabrik yang dimiliki oleh penduduk lokal dan pasukan pertahanan teritorial Ukraina. Akibat serangan tersebut dilaporkan terjadinya kebakaran di area pabrik akibat tembakan dari para tentara Rusia. Kebakaran itu terjadi selama beberapa jam sampai akhirnya padam, walaupun tidak ada korban jiwa akibat kobaran api tersebut namun kebakaran sempat membuat orang-orang yang ada disana sangat panik.

4. Serangan Udara Rusia Hancurkan Perumahan dan 2 Sekolah

Akibat serangan udara militer Rusia di kota Chernihiv, bagian Utara Ukraina, sebanyak 33 orang tewas dan 18 lainnya mengalami luka-luka pada Kamis (3/3). Serangan terbaru Militer Rusia tersebut memakan banyak korban karena daerah tersebut merupakan pemukiman warga sipil, termasuk sekolah yang ada di kota Chernihiv. Selain itu, Serangan udara pesawat Rusia juga membombardir 2 sekolah di Staraya Podusivka, Chernihiv, yang berimbas pada rumah-rumah warga disana. 

5. WNI selamat dan berhasil meninggalkan Kharkiv, Ukraina.

Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri RI, menyampaikan kabar baik yaitu sebanyak empat warga negara Indonesia (WNI) berhasil keluar dari Kota Kharkiv, Ukraina, dengan selamat di tengah memanasnya gempuran Rusia.Perjalanan keluar yang harus dilalui oleh para WNI tersebut sangat tidak mudah karena harus melalui serangkaian pemeriksaan yang ketat dari para petugas militer disana. Dan untuk saat ini ke empat WNI tersebut telah bertemu dan dijemput oleh tim KBRI di Warsawa, Polandia dan akan ditempatkan sementara waktu di safe house di Rzeszow, Polandia. Namun masih ada 14 WNI lagi yang masih belum dievakuasi dari Ukraina ke Indonesia. Posisi ke 14 WNI ini dilaporkan sementara waktu masih berada di Bucharest, Rumania.

6. 2 Petinggi Militer dari Pihak Rusia-Ukraina Tewas dalam Perang

Invasi militer yang dilakukan Rusia ke Ukraina telah memakan ribuan korban baik dari dari kalangan warga sipil maupun militer. Dan untuk korban jiwa dari pihak militer tak hanya prajurit biasa saja yang gugur, melainkan para perwira tinggi dari kedua negara juga sudah ada yang menjadi korban.

Tercatat ada dua perwira tinggi dari dua negara yang tewas dalam konflik di Ukraina tersebut. Yang pertama adalah Kolonel Oleksandr Oksanchenko dari pihak Ukraina dan Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky pihak Rusia.

Sosok Kolonel Oleksandr Oksanchenko dari pihak Ukraina dikenal sebagai pilot pesawat tempur yang handal dan merupakan salah satu yang terbaik di dunia saat ini. Dia dilaporkan tewas ketika serangan udara yang dilancarkan Rusia ke Ukraina. Sedangkan dari pihak Rusia yaitu Mayjen Andrei Sukhovetsky merupakan Komandan Jenderal dari Divisi Lintas Udara ke tujuh Rusia dan juga merupakan Wakil Komandan Angkatan Darat Gabungan ke-41 Rusia. Sumber militer melaporkan jika Mayjen Sukhovetsky tewas karena ditembak oleh penembak jitu dalam pertempuran di Pangkalan Udara Hostomel.