Booming Nexian dan Herbert Tobing

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,44/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Senin, 26 Oktober 2009 12:53

sales_people-herbert_tobingBerkolaborasi dengan berbagai operator seluler dan berusaha selalu relevan dengan perkembangan gaya hidup konsumennya menjadi kunci sukses Nexian, handset low end yang baru tiga tahun masuk ke pasar Indonesia.

Booming BlackBerry dimanfaatkan Nexian dengan meluncurkan Nexian Berry pada 1 Maret 2009 lalu. Dengan menggandeng operator XL, Nexian Berry menuai sukses lantaran harganya terjangkau serta fiturnya yang menyamai BlackBerry—untuk Facebook, chatting dan email. Selama launching, hari itu Nexian Berry laku terjual 2.000 unit. Ini hanya untuk konsumen Jakarta. Sementara konsumen luar Jakarta, terpaksa harus indent. “Kami targetkan penjualan Nexian Berry selama enam bulan ke depan sebanyak 200.000 unit,” kata Herbert Tobing, Business Development Director PT Metrotech Jaya Komunika, pemilik merek Nexian.

Padahal, Nexian tergolong pemain baru. Nexian adalah handset ponsel buatan China dan masuk ke pasar dalam negeri secara built up pada 2006. Faktor harga yang terjangkau namun berkualitas dengan garansi setahun serta jeli melihat peluang menjadi kekuatan Nexian menggarap pasar handset nasional. Orang di balik kesuksesan itu tak lain adalah Herbert Tobing. “Kami ingin Nexian eksis di sini. Nexian bermain di produk low end. Konsumen tidak harus membayar mahal untuk bisa punya ponsel. Inilah kunci sukses Nexian,” ujar lelaki kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 11 Oktober 1972 ini.

Pada handset Nexian CDMA tipe Nx 350 yang diluncurkan dengan menggandeng operator Bakrie Telecom (Esia), harganya cuma Rp 200 ribu. Tarikan pasar ternyata luar biasa. Bahkan sempat tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) karena meraih penjualan tertinggi. “Selama enam bulan, angka penjualannya mencapai 100 ribu unit,” katanya. Sebanyak 10% lebih pelanggan Esia menggunakan handset Nexian. Menutup 2006, Nexian mencatat total penjualan sebanyak 300 ribu unit handset.

Pada 2007 Nexian menggandeng Telkomsel dan Flexi dengan meluncurkan handset dual mode GSM dan CDMA. Lagi-lagi Nexian meraih sukses dengan penjualan mencapai 700 ribu unit. Sedangkan pada 2008, kerjasama Nexian dengan operator Telkom, Star One, Mobile 8, mencatat penjualan sebanyak 2 juta unit.

“Awalnya memang sulit meyakinkan operator untuk bekerjasama. Maklumlah, waktu itu brand Nexian belum dikenal. Sekarang, Nexian sudah familiar sehingga kini banyak operator yang mengajak kerjasama,” imbuh Herbert, penyandang gelar master jebolan Woodbury University California 1996 ini.

Selain memanfaatkan gerai operator sebagai point of sales, strategi sales Nexian dilakukan dengan menyasar pusat-pusat penjualan handphone, modern channel, hingga penjualan langsung (direct) di lokasi straegis. Pihaknya juga membangun gerai Nexian yang diberi nama “Metro Shop”. Saat ini baru ada di Jakarta dan Bandung. “Ke depan, kami akan bangun gerai Metro Shop di berberapa kota besar. Target tahun ini 20 gerai,” ujarnya.

Tak ketinggalan, pihaknya mengerahkan tim kanvaser yang disebar ke korporat dan perbankan untuk mendongkrak penjualan. Stategi penjualan dengan korporat umumnya dengan sistem bundling. Untuk korporat, perusahaan elektronika Sharp misalnya, mengorder 2.000 unit handset Nexian untuk program promo produk Sharp. Sedangkan dengan perbankan, terjalin kerjasama dengan Bank Mandiri, berupa hadiah satu unit handset Nexian bagi nasabah yang mengajukan permohonan kartu kredit.

Melihat angka penjualan yang terus meningkat, Herbert yakin brand Nexian mulai diterima konsumen Indonesia. “Kami optimis, ke depan penjualan Nexian terus tumbuh. Kami tidak muluk-muluk, target penjualan tahun 2009 sebesar 4 juta unit. Kami optimis, target bisa tercapai,” tandas herbert Tobing. ###

Penulis dan Peliput: W. Setiawan
Sumber: Mix.co.id

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Links

feed image