Jual Emosi Untuk Mendongkrak Sales Anda

Senin, 02 Maret 2009 02:53
Untuk mengubah calon konsumen menjadi konsumen dan akhirnya bisa menjadi konsumen yang loyal memang bukan pekerjaan mudah. Namun jika Anda mengetahui ilmunya dan mempraktikkan caranya dengan rutin, detail, dan terukur, maka mengubah calon konsumen menjadi konsumen bisa menjadi jauh lebih mudah dengan biaya, tenaga, dan waktu yang lebih efektif tentunya.

Pernahkan Anda berkeinginan membeli rumah? Apa yang biasanya menjadi alasan Anda untuk memilih rumah yang Anda inginkan? Tentu ada berbagai macam pertimbangan dalam memilih rumah atau produk lain yang kita inginkan (misalnya mobil, apartemen, atau mobil mewah). Mungkin karena kenyamanannya, lokasinya, model/bentuknya, warnanya, dan sebagainya.

Apa pula yang biasanya dikatakan diinformasikan oleh penjual/marketer rumah atau apartemen (atau produk lain) yang andal kepada kita jika kita berniat membelinya? Biasanya mereka akan memberikan informasi-informasi yang mampu menggerakkan indera-indera kita untuk memberikan respons yang positif akan rumah atau apartemen yang ditawarkan (atau produk lain).

Disinilah manfaat dari ilmu sales magic yang saya ajarkan (Anda bisa menghubungi 021-5476677 untuk info lebih lanjut mengenai CD, VCD, atau seminar mengenai sales magic ini). Penerapan sales magic akan mempermudah kita dalam praktik penjualan secara langsung, yang akhirnya bisa meningkatkan jumlah calon konsumen menjadi konsumen dan nantinya bisa juga menjadi konsumen yang loyal.

Saya contohkan dalam penjualan rumah yang ada di dekat danau. Dalam melakukan penjualan, sangat disarankan bila kita mampu menjual dengan melibatkan emosi dan impian. Hal ini antara lain bisa dengan mengamati gerak-gerik konsumen, perasaan konsumen, dan seterusnya. Setelah itu kita mencoba mempelajari tipe apakah konsumen atau calon konsumen kita sehingga dalam penyampaian informasi kita akan lebih mengena dan efektif. Misalnya, pada saat kita menjual rumah akan menjadi jauh lebih efektif apabila kita juga menjual emosi dan impian. Kita bisa mengatakan kepada calon konsumen:"Coba Bapak bayangkan, jika Bapak berada di sini, tinggal bersama keluarga yang dicintai, dan ketika jendela ini Anda buka, wow ada pemandangan danau yang begitu indah dihadapan Bapak dengan udaranya yang sangat segar. Keluarga Anda pun bisa mendapatkan lingkungan yang bersih, nyaman, aman, dan menyenangkan."

Dengan teknik seperti itu, calon konsumen bisa menjadi lebih tertarik dan merasa lebih mudah memutuskan melakukan pembelian. Dan sebagai seorang penjual, cara untuk mempermudah terjadinya pembelian antara lain adalah dengan selalu membangun persaingan di antara calon pembeli. Dengan demikian, pada saat kita akan menjual sesuatu, misalnya dalam hal ini satu rumah mewah, kita buat janji untuk bertemu di rumah yang akan kita jual pada lebih satu calon konsumen. Hal itu dimaksudkan agar terjadi persaingan antara mereka (baik dalam penawaran harga ataupun keinginan yang timbul karena pemberian informasi kita yang menarik sebelumnya) sehingga kemungkinan terjadinya penjualanpun akan menjadi lebih besar.

Langkah selanjutnya yang harus selalu diingat, jaga konsumen kita dengan emosi yang tepat pula sehingga nantinya dia bisa menjadi konsumen yang loyal dan bahkan mau mereferensikan kita kepada orang-orang yang dikenalnya. (*)

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Login

CB Login

 

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

Links

feed image