Coca Cola Profit Naik 55%

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,28/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Rabu, 10 Februari 2010 08:17

Raksasa minuman AS Coca-Cola pada Selasa waktu setempat mengatakan laba bersihnya melonjak 55% pada kuartal keempat, terdongkrak oleh pertumbuhan volume penjualan di China, India dan negara pasar berkembang utama lainnya.

Pembuat minuman ringan terkemuka di dunia itu melaporkan laba bersihnya US$1,54 miliar dalam kuartal terakhir 2009, sejalan dengan ekspektasi pasar.

Perusahaan mengambil biaya bersih kuartalan sebesar 21 sen per saham untuk restrukturisasi tagihan dan biaya terkait dengan inisiatif produktivitas global. Laba setahun penuh US$6,82 miliar menandai kenaikan 18% dari tahun sebelumnya.

Laba bersih per saham kuartalan adalah 66 sen, sedikit di bawah proyeksi sebagian besar analis 67 sen. Untuk setahun penuh, laba bersih per saham adalah US$2,93.

Pendapatan pada kuartal keempat US$7,51 miliar, naik 5,0% dari periode yang sama tahun sebelumnya, terutama disebabkan oleh peningkatan volume penjualan.

Perusahaan yang memiliki lebih dari 500 merek terkenal itu melaporkan pendapatan setahun penuh telah turun 3,0% menjadi US$30,99 miliar.

Sementara volume penjualan unit Amerika Utara tergelincir 1,0% di kuartal keempat, "Terutama karena tekanan makroekonomi yang berdampak pada pengeluaran konsumen dan jasa lalu-lintas makanan." Pihak Coca-Cola mengatakan volume internasional naik 6,0%.

Pertumbuhan Coca-Cola di pasar negara berkembang seperti India dan China cukup membantu  saat ekonomi yang masih lemah AS, yang perlahan-lahan pulih dari resesi terburuk dalam beberapa dasawarsa.

Pada kuartal keempat itu, pertumbuhan volume mencatat kenaikan kuat di emerging market utama. Volume meroket 29% di China, 20% di India dan 8,0% di Brasil. Prancis memimpin pasar negara maju dengan 12% peningkatan volume.

Muhtar Kent, ketua dan kepala eksekutif, menyatakan Coca-Cola "mengakhiri tahun ini dengan sebuah catatan tinggi, memberikan kenaikan volume global dan nilai saham, sebanding pertumbuhan pendapatan mata uang netral, peningkatan produktivitas dan peningkatan aliran kas."

 

Sumber: Bisnis.com

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Login

CB Login

 
Baner

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

feed image