Marketing Strategy

7 Kesalahan Pemasaran

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,17/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Kamis, 26 November 2009 19:52

Anda merasa sudah melakukan aktivitas pemasaran dengan optimal, namun hasilnya belum ada juga? Mungkin saja Anda mengalami salah satu dari tujuh dosa terbesar dalam pemasaran berikut. Ini adalah daftar kesalahan-kesalahan utama yang seringkali dialami:

1. Mengharapkan Pelanggan Datang Sendiri
Pemikiran salah yang seringkali dimiliki oleh pemasar adalah dengan menyediakan produk dan jasa yang berkualitas, maka pelanggan akan datang dengan sendirinya. Hal ini tidak akan terjadi, kecuali jika brand Anda memang sudah terkenal dan punya pelanggan yang memang sudah lama loyal. Meskipun toko Anda terletak di lokasi yang strategis, tampilan toko menarik, punya produk berkualitas dan layanan yang spektakuler, namun pelanggan tidak akan datang selama Anda tidak melakukan pemasaran.

Produk-produk baru selalu membanjiri pasar, menghadirkan banyak pilihan kepada konsumen. Jika Anda tidak melakukan pemasaran, maka awareness konsumen terhadap produk Anda akan semakin pudar dimakan waktu, kalah dengan awareness terhadap produk pesaing. Ciptakan value proposition unik bagi target pasar Anda.

2. Tidak Punya Target Pasar Spesifik
Kesalahan kedua yakni Anda meyakini bahwa produk dan jasa Anda cocok untuk semua orang. Sehingga, dalam aktivitas pemasaran Anda tidak menyasar ke target pasar tertentu. Sesungguhnya, perusahaan tidak menyasar target pasar tertentu karena takut kehilangan segmen pasar yang potensial. Namun, akibatnya justru pasar malah tidak menangkap value dari produk/layanan tertentu baginya.

Meskipun Anda berusaha untuk menjaring banyak segmen pasar, namun fokuslah pada target pasar utama Anda. Siapkan value proposition unik bagi tiap segmen pasar yang potensial, sehingga mereka juga melihat bahwa produk Anda juga memberikan value.

3. Meniru Pemasaran Pesaing
Kesalahan ketiga yakni pemasar seringkali terjebak untuk mengikuti strategi pemasaran pesaing. Pesaing melancarkan strategi pemasaran, yang kemudian sukses besar, sehingga pemasar tergoda untuk melakukan hal yang sama. Padahal, mungkin pesaing Anda lebih besar, sehingga jika Anda bersaing langsung dengannya, maka peluang Anda menang kecil.

Jangan mengikuti strategi pemasaran sukses dari pesaing begitu saja. Misalnya pesaing mengajak untuk perang harga, biarkan saja. Sebaiknya Anda lebih berfokus pada value, bukan hanya harga. Berikan value terbaik untuk konsumen, dengan menyediakan kebutuhan dan keinginan mereka yang belum terpenuhi. Lakukan diferensiasi, dan berikan alas an-alasan bagi pelanggan untuk memilih produk Anda dibandingkan pesaing.

4. Riset dan Pengujian yang Kurang
Kesalahan keempat adalah riset dan pengujian yang tidak memadai sebelum dilakukannya aktivitas pemasaran. Pemasaran sudah dilaksanakan, namun ternyata hasil tidak sesuai dengan ekspektasi. Sebelum menjalankan aktivitas pemasaran, sebelumnya harus dilakukan riset serta pengujian. Caritahu apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan pelanggan. Lakukan due diligence terlebih dahulu sebelum Anda mengambil keputusan terkait dengan pemasaran, baik itu harga, penawaran, kemasan, promo, dan lainnya. Dapatkan feedback dari para pelanggan Anda sebelumnya.

5. Menganggap Pemasaran Sebagai Beban
Kesalahan yang juga fatal adalah perusahaan seringkali memandang pemasaran sebagai beban, bukannya investasi. Akibatnya, perusahaan tidak mengalokasikan sumber daya yang cukup ke bidang pemasaran. Pemasaran tidak menjadi bagian penting dari strategi bisnis. Sehingga, akibatnya uang yang masuk ke perusahaan juga kurang.

Sementara itu, pemasaran berbeda, karena justru menarik uang masuk ke perusahaan, tidak hanya sekedar menghabiskan anggaran. Oleh karena itu, sudah seharusnya perusahaan mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk pemasaran, sehingga aktivitas pemasaran dapat dilakukan dengan optimal dan memberi kontribusi pendapatan kepada perusahaan.

6. Tidak Tahu Acquisition Cost Pelanggan
Kesalahan yang juga sering terjadi adalah manajemen tidak mengetahui betul berapa biaya untuk mengakuisisi seorang pelanggan. Sehingga, tidak ada pula statistic yang mengukur customer lifetime value. Padahal, informasi ini penting untuk mengambil keputusan pemasaran. Dengan mengetahui biaya akuisisi pelanggan dan customer lifetime value, maka Anda akan tahu seberapa banyak Anda harus berinvestasi di pemasaran.

Seringkali perusahaan berinvestasi lebih besar dibandingkan dengan customer lifetime value, sehingga mengakibatkan kondisi finansial memburuk. Jadi, sebelum melakukan aktivitas pemasaran, ketahui terlebih dulu customer lifetime value dari pelanggan.

7. Hanya Fokus Pada AkuisisI Pelanggan, Bukan Mempertahankan
Anda harus memahami bahwa bisnis Anda bisa berjalan baik saat ini sebagian berasal dari pelanggan lama, dan sebagian kecil dari pelanggan baru. Kesalahan yang sering terjadi adalah pemasar hanya berfokus untuk mengakuisisi pelanggan baru, dan melupakan pelanggan lama. Hubungan yang sudah terjalin dengan pelanggan lama tidak dibina dengan baik, sebaliknya malah mengejar pelanggan baru. Pelanggan lama hilang, sementara biaya akuisisi pelanggan baru lebih tinggi, akibatnya tentu kurang baik secara finansial

Rinella Putri/RP/mgf.

Sumber: http://managementfile.com

 

VENERA, Ponsel Qwerty Murah di Indonesia

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,17/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Kamis, 26 November 2009 06:47
veneraMeski persaingan ponsel murah berpapan ketik Qwerty sudah sengit di Indonesia, merek Venera tak gentar memasuki pasar pada pertengahan September 2009. “Kami melihat potensi pasar masih lebar,” ujar Tony Bati, Manajer Produk Senior PT Dinamika Agung, distributor Venera di Indonesia. Di tangannya, Ven…
 

Menjadikan Pelanggan Sales Person Anda

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,17/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Selasa, 27 Oktober 2009 23:47

Pernahkah Anda menghitung berapa pelanggan Anda? Dan, berapakah pelanggan setia Anda? Maukah Anda jika para pelanggan/nasabah Anda bisa membantu meningkatkan penjualan? Salah satu rahasia sukses para penjual hebat di dunia ini adalah bagaimana mereka bisa menjaga hubungan baik dengan para pelanggan/nasabahnya.

Ternyata, jika kita mampu menjaga hubungan baik dengan para pelanggan dalam waktu yang cukup lama, bisa saja pelanggan kita dengan senang hati turut membantu penjualan. Sebagai contoh, strategi tersebut pernah dilakukan salah satu penjual hebat di dunia yaitu Barry Farber.

Meskipun saat itu dia menjual mesin fotokopi dari merek yang belum terkenal, saat itu merek yang terkenalnya adalah Xerox, dia tetap bisa menghasilkan penjualan yang dahsyat. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan memberikan suatu penawaran yang luar biasa kepada calon pelanggan/konsumennya agar mereka yakin dan sangat yakin dengan apa yang ditawarkan, sampai akhirnya mereka bisa melakukan pembelian.

Setelah melakukan pembelian, Barry juga memberikan jaminan servis yang luar biasa yang tidak diberikan oleh pesaing lainnya. Dia bahkan memberikan pelayanan servis 24 jam. Dia mengatakan kepada para pelanggannya, dia benar-benar bisa dihubungi selama 24 jam dalam satu hari jika ada kerusakan atau permasalahan yang dialami oleh pelanggannya berkaitan dengan mesin fotokopi yang dijualnya.

Layanan yang dijanjikan itu bukan sekadar perkataan. Barry benar-benar membuktikan bahwa dia memberikan servis dengan penuh profesionalisme hingga para pelanggannya benar-benar puas. Setelah pelanggan benar-benar puas, Barry juga meminta testimoni dari para pelanggannya.

Karena memang servis yang diberikan Barry benar-benar baik, banyak pelanggan mau dengan senang hati memberikan testimoni yang positif tentang produk yang dijualnya, layanan purnajual, dan servis yang memuaskan. Begitu seterusnya Barry selalu meminta testimoni setiap kali ada pelanggan yang puas.

Hingga akhirnya kekuatan dari testimoni tersebut membuat banyak calon pelanggan lain yang tertarik dengan produk yang ditawarkan olehnya. Seperti juga yang saya praktikkan sendiri, ketika saya mengadakan seminar, selalu saya berikan yang terbaik sehingga banyak peserta seminar yang puas dan bisa mendapatkan hasil yang dahsyat setelah mengikuti dan mempraktikkan seminar yang saya gelar.

Akhirnya banyak pula peserta yang memberikan testimoni dan salah satunya dengan testimoni-testimoni itu bisa menjadi sarana efektif sehingga banyak orang yang tadinya belum pernah mengikuti seminar menjadi tertarik untuk mengikuti seminar-seminar saya yang lainnya.

Saya juga seringkali membantu para peserta seminar yang memberikan testimoni untuk semakin mendapatkan hasil yang dahsyat antara lain jika produk/jasa mereka memang benar-benar bagus, saya juga dengan senang hati menginformasikan produk/jasa mereka kepada para peserta seminar saya yang lainnya. Dengan sinergi saling membantu/mendukung, terjalin kerja sama yang lebih baik.

Di mana para peserta seminar semakin untung, dan saya juga semakin untung karena peserta seminar semakin banyak. Dengan cara seperti ini, banyak peserta seminar saya yang dengan senang hati dan penuh semangat senantiasa mengikuti seminar-seminar yang lainnya bahkan lebih dari sepuluh kali berturut-turut.

Karena itu, yang harus benar-benar diperhatikan adalah menjaga dan membina para pelanggan dengan baik. Karena dengan demikian para pelanggan Anda bisa dengan sendirinya dengan senang hati membantu penjualan Anda atau setidaknya ikut membantu proses penjualan Anda hingga bisa menjadi lebih dahsyat lagi.(*)

TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia
The most Powerful People and Ideas in Business 2005(Koran SI/Koran SI/jri)

Sumber: Okezone.com

 

Time Management untuk Penjual (Sales People)

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,17/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Kamis, 22 Oktober 2009 10:03
Seorang salesperson harus mempunyai time management skill yang baik, sehingga mereka dapat memperoleh hasil yang optimal. Seringkali salesperson menghabiskan waktu untuk aktivitas yang kurang penting, sehingga hasil yang dicapai kurang optimal. Lalu seperti apa seharusnya time management seorang salesperson?

Pada dasarnya, terdapat tiga aktivitas dalam time management skill yang merupakan prioritas utama bagi seorang salesperson, dan seharusnya Anda membagi waktu menjadi porsi yang sama bagi ketiga aktivitas ini.

Aktivitas Marketing
Aktivitas yang merupakan skill pertama dari time management skill ini adalah aktivitas Marketing. Dimana Anda sebagai seorang salesperson juga melaksanakan kegiatan pemasaran, seperti networking, menyiapkan proposal penawaran, mengirimkan newsletter, membuat sales appointment, hingga melakukan panggilan follow-up.

Selain itu, sebagai seorang salesperson Anda sudah seharusnya mempelajari tentang Marketing. Sediakan waktu luang dalam sehari untuk mempelajari Marketing, baik itu melalui buku, CD, kursus kilat, hingga lewat internet. Selagi Anda belajar, Anda juga dapat mempraktekkannya sedikit demi sedikit, sehingga perlahan Anda akan menikmati hasilnya.

Aktivitas Selling
Selling adalah aktivitas utama, yang juga berpotensi menghasilkan pendapatan bagi salesperson. Aktivitas ini meliputi meluangkan waktu dengan klien serta meluangkan waktu untuk membangun produk atau layanan lainnya yang berpotensi memberikan penghasilan.

Aktivitas ini meliputi antara lain mengembangkan diri (personal development), planning jangka pendek dan jangka panjang, meningkatkan skill yang Anda miliki, hingga mengembangkan bisnis. Waktu yang Anda luangkan untuk planning hingga meningkatkan skill akan menjadi investasi yang bermanfaat di masa depan.

Aktivitas Service
Aktivitas yang terakhir adalah servicing atau melayani, dimana sebagian besar salesperson menghabiskan waktunya untuk aktivitas yang satu ini. Aktivitas ini bagian dari CRM, yang meliputi antara lain membalas panggilan telepon pelanggan, membalas surat atau email, hingga pekerjaan kantoran seperti mengatur dokumen-dokumen pelanggan. Sebaiknya Anda meminimalisir aktivitas ini, supaya dapat lebih meluangkan waktu untuk dua kategori awal yang lebih berpotensi untuk meningkatkan pendapatan Anda.

Dari seluruh aktivitas tersebut, lalu mana yang bisa Anda delegasikan kepada orang lain, supaya Anda dapat berkonsentrasi pada aktivitas yang mampu memaksimalkan investasi?

1. Akuisisi pelanggan: Cold call bisa membuat aktivitas Anda menjadi tidak efektif, sehingga lebih baik Anda mendelegasikannya kepada orang lain. Selain itu, kini banyak perusahaan telemarketing, dan ahli internet marketing yang mampu mengerjakan aktivitas ini untuk Anda, bahkan lebih baik. Dengan proses dan materi yang dirancang dengan baik, maka Anda akan mampu memperoleh pelanggan dengan lancar.

2. Administrasi
Tentunya Anda tidak perlu mengerjakan seluruh pekerjaan administrasi sendiri. Delegasikanlah sebagian yang kira-kira bisa dikerjakan oleh orang lain. Dengan begitu, waktu Anda bisa dimanfaatkan untuk aktivitas yang lebih penting, seperti networking ataupun membuat janji pertemuan.

3. Customer Service
Customer service juga penting untuk mempertahankan tingkat penjualan, namun pekerjaannya lebih bersifat administrative, sehingga Anda dapat mendelegasikannya kepada orang lain. Terutama untuk pekerjaan rutin seperti membalas email, telepon, dan lainnya.

Intinya, sebagai seorang salesperson, Anda harus memanfaatkan waktu secara optimal untuk dapat memetik hasil yang maksimal. Kuncinya adalah, menelaah prioritas aktivitas serta melakukan delegasi aktivitas. Dengan berfokus pada itu, Anda akan menemukan bahwa investasi waktu Anda memberikan hasil yang optimal.

Sumber: salesopedia.com, entrepreneur.com, fromtheheartsalestraining.com, dan sumber lainnya.
 

Djarum Black menggunakan New Wave Marketing

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,17/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Kamis, 22 Oktober 2009 09:57

New Wave Marketing Award untuk bulan Juli diperoleh Djarum Black dari MarkPlus atas keberhasilan mereka mengintegrasikan kampanye pemasaran online maupun offline berbasis komunitas sehingga brand Djarum Black menancap kuat pada benak target market. Award ini diberikan pada di sela-sela acara MarkPlus Dinner Seminar yang diselenggarakan semalam di Four Seasons Hotel Jakarta. Bagaimana kunci keberhasilan Djarum Black ini?

Kunci keberhasilan Djarum Black ada pada transformasi dari vertical menjadi horizontal. Jika awalnya Djarum Black mengambil pendekatan vertical, yakni melalui mass communication dan kerativitas pada iklannya, transformasi menjadikan Djarum Black masuk ke pendekatan horizontal, yakni komunitas.

Sehingga, hal ini menjadikan Djarum Black sebagai pemasar yang mengusung prinsip New Wave Marketing, dimana terjadi pergeseran yang mendasar, integrasi antara offline dan online serta low budget high impact.

Perjalanan brand Djarum Black dimulai pada tahun 2001. Menurut Raymond Portier, Brand Manager Djarum Black, membangun brand ini memang butuh waktu, dan tidak ada yang instan. Pada saat itu, iklan Djarum Black memang diterima dengan baik oleh masyarakat, namun tidak demikian untuk produknya.

Sejak awal, Djarum Black mengusung positioning ‘inovatif dan kreatif’, dan ini tercermin pada iklan-iklan mereka. Kemudian sejak tahun 2004, Djarum meluncurkan produk baru yakni Djarum Black Capuccino, yang mengadopsi pendekatan marketing yang berbeda, dan nyatanya penerimaan masyarakat juga cukup bagus.

Djarum Black memanfaatkan kekuatan komunitas untuk aktivitas pemasaran mereka. Djarum Black meluncurkan program Auto Blackthrough, yang mengedepankan forum (www.autoblackthrough.com) dan kegiatan bagi target market mereka. Salah satu kegiatan andalannya adalah kontes modifikasi otomotif yang juga telah memperoleh akreditasi dari National Custom Car Association (NCCA) yang berbasis di Amerika Serikat.

Event lainnya antara lain adalah ‘Djarum Black Car Community Blacking Up The City’ dimana mereka yang mengendarai mobil berwarna hitam melakukan konvoi di berbagai kota besar Indonesia mulai dari Jakarta hingga Makassar, Manado, Denpasar, Medan, Pontianak, Surabaya, Balikpapan, Semarang dan Bandung.

Kemudian, sesuai dengan positioning ‘inovatif dan kreatif’, Djarum Black juga menyelenggarakan Black Innovation Awards yang ditujukan untuk memunculkan inovasi yang nantinya dapat merangsang masyarakat untuk mengembangkan penemuan tersebut melalui desain alat inovatif yang berguna. Saat ini sudah terpilih 20 finalis, dan Grand Final rencananya akan dilangsungkan pada tanggal 9 Agustus di Cilandak Town Square.

Serangkaian usaha tersebut nyatanya berhasil dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penjualan Djarum Black. Pendekatan pemasaran yang diambil Djarum Black juga menjadikan mereka pemenang New Wave Marketing Award dari MarkPlus kali ini.

 

Sumber: http://vibizmanagement.com

 

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 2 dari 6

Login

CB Login

 
Baner

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

Links

feed image