|
Senin, 09 Maret 2009 21:30 |
 Para pelaku pemasaran sedang mengalami sebuah tekanan untuk menunjukkan akuntabilitas hasil kegiatan komunikasi pemasaran terhadap kontribusinya kepada perusahaan. Selama ini, efektivitas kegiatan komunikasi pemasaran ditinjau dari sisi media (misalnya GRP, CPM, dll) dan sikap konsumen terhadap kegi…
|
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,19/task,userProfile/user,62/">Administrator</a>
|
|
Selasa, 27 Januari 2009 23:41 |
|
Membangun Brand tidak selalu dalam bentuk beriklan di media namun ada juga cara lain yang bisa kita terapkan untuk mendukung perluasan dan penyebaran brand serta produk kita. Starbucks banyak menyebutkan cara-cara yang dilakukan melalui pendekatan emosional kepada entitas di sekitar mereka dengan melakukan intensive communication. Salah satu yang menarik adalah salah satu konsep mereka yang menyebutkan bahwa mitra (karyawan) mereka dipersilahkan membawa pulang satu pon kopi tiap minggunya, sehingga mereka dapat menikmati produk seperti halnya pelanggan.
Konsep ini menarik dan kalau kita perhatikan perusahaan-perusahaan multinasional ada yang menerapkan konsep seperti ini. Perusahaan menyediakan produk yang diberikan kepada karyawan mereka sehingga karyawan mendapatkan experience yang sama seperti halnya mereka memberikan experience kepada pelanggan mereka. Dengan jalan ini perusahaan mendapatkan keuntungan yang strategis, yaitu :
- Kepuasan karyawan - Promosi gratis
Dari dua alasan di atas saja, investasi perusahaan akan menjadi sebuah investasi yang menarik karena echo-effect dari investasi tersebut tentu akan menjadi luar biasa. Karyawan memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelayanan perusahaan akan memberikan kontribusi dan kualitas kerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang memiliki karyawan dengan tingkat kepuasan yang rendah terhadap perusahaan tempat mereka bekerja. Di satu sisi produk hasil produksi yang diberikan kepada karyawan akan memberikan kontribusi promosi yang baik terhadap customer terutama akan meningkatkan kualitas kepercayaan atas produk yang diproduksi.
Bagaimana jika perusahaan Anda bukan perusahaan yang memiliki produk yang bisa dikonsumsi/digunakan oleh karyawan Anda?Hal ini dapat diatasi dengan menginvestasikan dana dalam bentuk local merchandises yang mungkin dipesan dari unit usaha di sekitar perusahaan Anda atau mitra bisnis perusahaan Anda. Local Merchandise berkualitas dan valuable yang diberikan secara berkala kepada karyawan juga sama baiknya seperti konsep di atas.
Tentu masih banyak cara-cara sederhana yang dapat digunakan untuk membangun brand usaha Anda disamping cara-cara di atas seperti misalnya social activities, rewards, pendidikan/pelatihan bagi masyarakat sekitar, dsb.
Jadi jangan lupa bahwa bisnis bukan semata memperkaya diri, namun juga menunjukkan tanggung jawab terhadap mitra sebagai penggerak roda bisnis Anda. Investasikan nilai-nilai bisnis yang didasari oleh sudut pandang yang berbeda sehingga memberikan Anda perspektif baru yang mampu mendukung bisnis Anda.
Setuju?
Sumber :
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,19/task,userProfile/user,62/">Administrator</a>
|
|
Selasa, 27 Januari 2009 23:40 |
Dalam komunikasi pemasaran (marketing communication), iklan dan promosi memang punya peran paling penting dalam pembangunan brand image. Hal ini disebabkan karena kegiatan ini mempunyai target audience luas, sehingga dalam waktu relatif singkat pesan yang ingin disampaikan tentang brand lebih cepat sampai.
Banyak perusahaan yang belum menyadari bahwa membangun brand image dengan komunikasi pemasaran tidak sebatas lewat iklan dan promosi saja. Ada banyak kegiatan lain yang juga berdampak besar. Contohnya adalah:
- Disain kemasan, termasuk isi tulisan/pesan yang disampaikan
- Event, Promosi di toko, promosi di tempat umum, dan kegiatan below the line lainnya
- Iklan tidak langsung yaitu yang bersifat public relations
- Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu kegiatan-kegiatan sosial untuk komunitas yang dilakukan oleh perusahaan
- Customer Services, bagaimana perusahaan menangani keluhan, masukan dari konsumen setelah terjadi transaksi
- Bagaimana karyawan yang bekerja di lini depan/front liners (apakah itu bagian penjualan, kasir, resepsionis, dll) bersikap dalam menghadapi pelanggan,
- dll
Jenis tipe komunikasi dalam daftar di atas adalah kegiatan-kegiatan yang baik buruknya tergantung dari keinginan perusahaan, semuanya dapat dikontrol/dikendalikan. Komplikasi justru akan muncul dari kegiatan-kegiatan komunikasi seputar brand oleh pihak lain yang tidak bisa dikontrol oleh perusahaan, misalnya komunikasi oleh konsumen langsung. Mereka bisa menyebarkan pada networknya berita kurang menyenangkan yang mereka alami pada saat berinteraksi dengan brand (yang diwakili oleh banyak hal, termasuk front liners di perusahaan). Word-of-mouth communication adalah salah satu jenis komunikasi yang sangat efektif, dan berbahaya apabila itu menyangkut publisitas buruk.
Komplikasinya ditambah dengan keberadaan Internet. Kecepatan penyebaran berita bahkan bisa berlipat-lipat. Mereka bisa menuliskan pengalaman berinteraksi dengan brand dari sudut perspektif mana saja, tanpa bisa diatur-atur seperti halnya berhubungan dengan tradisional media.
Jadi, pada dasarnya perusahaan perlu memperhatikan semua elemen komunikasi dalam bentuk apapun yang menghubungkan konsumen dengan brand perusahaan. Minimalkan kemungkinan terjadinya ketidakpuasan konsumen, sehingga berita seputar brand bisa selalu merupakan berita baik. (swa)
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 3 dari 3 |