|
Bagi Anda yang menggeluti dunia pariwara, pasti tidak asing dengan Cannes Lions Advertising Festival. Sampai kini, Cannes Lions bisa dibilang sebagai perhelatan terakbar di dunia bagi para profesional di industri periklanan. Pada penyelenggarannya yang ke 56 tahun pada Juni 2009 besok, diperkirakan akan hadir 10.000 delegasi dari 80 negara dan 12.000 pengunjung dari industri periklanan dan industri terkait. Lebih dari 28.000 hasil karya insan periklanan akan ditampilkan dan dinilai oleh para juri ahli dari berbagai bidang, sinema, televisi, marketing, hingga outdoor advertising.
Bersama representasi resmi mereka di Indonesia (Femina Group), Terry Savage (50 tahun), Chairman Cannes Lions, menyambangi Indonesia. Tujuannya, mengajak para pelaku industri periklanan di Tanah Air aktif mengirimkan karya-karya kreatif terbaik mereka ke Cannes Lions. Berikut petikan wawancara SWA dengan pria berkebangsaan Australia yang sudah aktif di Cannes Lions selama lebih dari 20 tahun itu: Apa manfaat Cannes Lions Advertising Festival bagi dunia periklanan Indonesia? Cannes Lions sangat bermanfaat untuk diikuti karena memiliki dua point penting. Pertama ,sebagai sarana belajar karena Anda bisa mem-benchmark karya-karya terbaik periklanan dunia di sana. Tahun lalu, saja 28 ribu lebih karya periklanan dunia masuk dalam penilaian. Jadi benar-benar sarana yang baik untuk belajar. Selain itu, selama festival akan diselenggarakan 52 seminar dan 25 workshop. Manfaat kedua sebagai sarana networking untuk menjalin kerjasama global di bidang periklanan. Karena ada sekitar 10 ribu orang periklanan yang akan hadir dari Italia, Amerika Serikat, Jepang, Australia dan sebagainya.. Bagaimana kinerja karya periklanan Asia di festival tersebut? Asia sendiri telah menjadi pusat kreativitas yang terus bertumbuh. Dari tahap learning kini Asia telah menjadi center of excellence di dunia advertising. Dalam catatan kami, di tahun 2004 ada 2.646 entires dari Asia. Jumlah itu nyaris berlipat dua di tahun 2008 menjadi 4571 entries. Yang juga penting adalah keberhasilan Asia. Di tahun 2002, Asia memenangkan 26 penghargaan di tahun 2008 mereka berhasil mendapatkan 97 penghargaan. Jelas Asia telah menjadi wilayah yang excellence dalam kancah periklanan. Kalau di rata-rata totalnya sekitar 20% penghargaan berhasil di gondol Asia. Jadi terlihat jelas orang Asia sangat berminat. Bagaimana dengan Indonesia? Tahun 2007 Indonesia mengirim 35 entries dan di tahun 2008 mengirim 56 entries. Bandingkan dengan Thailand yang ditahun 2008 mengirim 500 entries dan Malaysia mengirim 300 entries. Malaysia spending iklannya US$ 1,3 miliar, Thailand US$ 1,7 miliar. Sementara spending iklan Indonesia mencapai US$ 5,5 miliar. Indonesia itu pasar yang besar. Kualitas seperti apa yang dicari para juri Cannes Lions? Tidak ada jawaban tunggal mengenai karya yang hebat itu seperti apa. Yang kami cari adalah karya-karya yang luar biasa. Dan, itu tidak tergantung tempat dilahirkannya karya itu. Karya hebat adalah karya hebat, tidak perduli di mana dilahirkannya. Sifatnya lintas batas. Dan Anda tahu yang membuat sebuah karya semakin bersinar, kemampuan menangkap kultur lokal di dalamnya. Jadi begitu melihatnya Anda akan tahu itu iklan dari negara mana. Kita menggunakan budaya lokal itu untuk berbicara kepada khalayak sasaran kita. Bagaimana caranya membuat iklan yang potensial menang di Cannes Lions ? Tidak ada formula khusus untuk membuat iklan yang bagus. Tapi, yang pasti, Anda tidak bisa membuat iklan hebat kalau merumuskan konsepnya hanya dengan duduk di belakang meja. Kemarin ada iklan yang bagus dari India, dan salah seorang juri yang kebetulan mengenal pembuatnya mengatakan iklan itu dibuat dengan riset selama 6 bulan. Jadi Anda harus kerja keras untuk membuat iklan yang bagus dan kalau Anda percaya bisa membuat iklan yang bagus Anda pasti bisa. Apa kritik Anda terhadap iklan-iklan Indonesia ? Saya belum sempat memerhatikan iklan-iklan Indonesia, jadi saya tidak bisa memberi kritik. Bagaimana perkembangan periklanan internet? Memang untuk sekarang periklanan di internet belum berkembang. Tapi perkembangannya sungguh siginifikan semisal di tahun 2005 di Cannes Lions terdapat 561 entries di kategori cyber advertising, dan di tahun 2008 menjadi 2557 entries. Perkembangan internet advertising memang bersifat evolusioner karena bagaimana pun sifat produsen adalah risk averse, mereka harus hati-hati membelanjakan uangnya. Tapi itu hanya masalah waktu saja sampai akhirnya kuenya membesar begitu rupa. Dan ingat dunia tidak bergerak dalam kecepatan yang sama. Kemajuan yang dicapai di belahan dunia lain tidak sama dengan yang dialami di tempat lain.
.links { font-family: Verdana, Helvetica, sans-serif; color: #B50000; text-decoration: none; } .links:hover { font-family: Verdana, Helvetica, sans-serif; color: #B50000; text-decoration: underline; } .normal { font-family: Verdana, Helvetica, sans-serif; font-size: 8pt; color: #000000 } URL : http://swa.co.id/primer/pemasaran/advertising/details.php?cid=1&id=7952
|