Bagaimana Media Agensi Memperoleh Uang ? |
| Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,3/task,userProfile/user,62/">Administrator</a> | |||||
| Kamis, 22 Januari 2009 18:08 | |||||
|
Teman baikku pernah sekali berkata: jika kamu memberi akuntan RM100 untuk menjalankan bisnis, dia akan menghabiskan RM80, meninggalkanmu RM20 dan mengembalikannya sebagai keuntungan. Tetapi jika anda memberi orang marketing RM100, dia akan minta RM100 lagi, dan mengembalikan mu keuntungan sebesar RM300. Jumlah kegentingan mentalitas telah meresap dalam ke industri periklanan tahun belakangan ini. Dari menjadi katalisator alami untuk bisnis dan pertumbuhan, kita telah menghentikan bisnis kita menjadi tambahan negatif yang berasal keadaan sifat dimana yang termurah akan selamat. Semangat yang menggembirakan dari perusahaan sekarang mengikuti. Karena itu saya diberitahu awal tahun ini saat telekomunikasi utama Malaysia memproklamirkannya mengelola pasar saham tanpa menaikkan dana iklannya. Pujian bagi klien untuk memangkas biaya keperluan pertumbuhan pada pengeluaran perikanan. Tetapi ketika agensi koresponden juga memproklamirkan langkah ini dengan bangga, memunculkan sebuah pertanyaan dimana bisnis kita sebenarnya menghadap. Apakah seharusnya kita menjadi agen pertumbuhan? Ketika semua harga-harga dunia dimana-mana mulai naik, biaya periklanan mulai menurun! Dan kita dengan senang hati memutari semua ini. Menembak kaki sendiri adalah satu hal, tetapi satu hari dunia kita akan berakhir jika kita meneruskan cara ini (hey, selalu ada kaki yang lain). Jadi dimana uangnya? Mari renungkan sebentar, masuk ke dalam akun bagaimana uang periklanan dihabiskan. Bagian terbesar dari dana iklan pindah ke tempat media, harga dari penempatan periklanan di koran, di papan iklan, dll. Latihan komplex ini dipengaruhi oleh yang disebut spesialis media yang menjamur di industri Malaysia. Tetapi cerita ini berakhir dengan kisah sedih.. Anda lihat, rate penempatan iklan dan yang dibayar klien adalah cerita dongeng. Di suatu tempat di pertengahan dimana pertempuran dimainkan. Dipersenjati dengan ‘alat yang sesuai’ dan ‘pengertian strategi’ spesialis media yang mengelilingi klien untuk menghabiskan dana melalui mereka. Sebaliknya, mereka menghabiskan komisi media (15% biasanya untuk rate standart, tidak saya tidak bercanda). Masalahnya adalah komisi media menjadi tebakan setiap orang, seperti tawar-menawar yang rumit (baca negosiasi) sistem yang berbau diskon, potongan harga, keramahan dan borongan telah menjadi pengetahuan terpisah. Seperti kebanyakan kasus, klien mencari yang termurah (hadapi fakta). Ada perumpamaan saat klien mengumumkan singkat daftar agensi media dan berkata kepada mereka bahwa 12% pemotongan dikembalikan kepada mereka adalah keharusan! Tragedi itu adalah saya percaya sedikitnya 30% dari media yang dihabiskan di negara tidak menjadi bagian dari agensi sedikitpun dari komisi. Lalu bagaimana mereka mendapat pemasukan? Datangnya dalam bentuk potongan dari pemilik media. Lalu di atas komisi pemilik media biasa 15% diyakini digunakan untuk membayar agensi media (yang dengan gembira dikembalikan ke klien), mereka membagi jumlah yang lain di dalam bentuk potongan. Dan jika anda mengikuti logika (kelihatannya berputar), dalam sedikit kasus, pemilik media menyangga agensi media dengan cara ini. Sedih kelihatannya, tetapi kisah ini semakin buruk saat anda belajar bagaimana frustasinya ini yang didapat untuk pemilik media yang biaya nya terus membengkak dari tahun ke tahun. Dan bagaimana jika pemilik media, yang telah menghabiskan jutaan pada infrastruktur, satu hari berkata, “Saya tidak lagi bermain ini. Saya akan memberikan 15% komisi media dan itu berhenti disana.” Seseorang harus membayar untuk sistem terus berlanjut. Dan jika pengiklan tidak membayar (dia terlalu sibuk tertawa sepanjang jalan ke bank!), lalu rantai makanan akan terputus. Lalu dimana ini berakhir? Saya pikir jawabannya menjadi nyata bagimu, para pembaca. Jaman pemilik media berada di sini! Sumber : Adoimagazine
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
