Advertising

Whats Going on in Malaysia

Jumat, 13 Maret 2009 15:41
1) From $$$ for subsistence To $$$ for health The growing urbanization trend and increasing affluence has resulted in creating a huge population of time-poor but increasingly health conscious consumers. Consumers are opting for the convenient route to achieve better health by purchasing products t…
 

Obama Marketer of The Year

Sabtu, 07 Maret 2009 18:43
Dunia menyambut gembira kemenangan Barack Obama sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) pada 4 November 2008. Yang terbukti berperan besar dalam keberhasilan Obama adalah strategi marketing komunikasi kampanyenya yang ”menggigit”, inspiratif, inovatif, dan berkesinambungan. Begitu sukses taktik …
 

Kisah Sukses Kenneth Sudarto: Pelopor Bisnis Periklanan Indonesia

Selasa, 03 Februari 2009 13:45
Dia tokoh periklanan Indonesia. Bahkan pantas digelari legenda hidup periklanan Indonesia. Ken, panggilan akrab Kenneth Tjahjady Sudarto, salah seorang perintis periklanan Indonesia. Pendiri Matari Advertising, ini memulai usahanya dari garasi di kawasan Cideng sampai memiliki gedung megah Puri Mata…
 

Konsumen Menganggap Iklan Membosankan

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,18/task,userProfile/user,62/">A. Mohammad BS</a>   
Selasa, 27 Januari 2009 23:38

Meskipun pertumbuhan belanja iklan di Indonesia merupakan kedua tertinggi setelah Cina, namun sekitar 53,7% dari pemirsa TV Indonesia menggunakan jeda iklan untuk melakukan aktivitas lain. Dan, 53% dari mereka selalu berganti saluran selama jeda iklan.

Temuan tersebut diperoleh dari riset yang dilakukan perusahaan komunikasi Lowe Indonesia bekerja sama dengan perusahaan penelitian Prompt. Riset tersebut bersifat kuantitatif dan berskala nasional. Metodenya melalui wawancara langsung terhadap 2.086 konsumen yang berasal dari perkotaan dan pedesaan, pria dan wanita dari semua kelas sosial dan ekonomi dan tingkat pendidikan.

Temuan tersebut cukup mengejutkan, terutama karena 54% dari belanja iklan tahun lalu sebenarnya disalurkan ke stasiun-stasiun TV di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Ini menunjukkan perlawanan terhadap iklan di Indonesia cukup kuat, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan di Cina (75%). Namun, dari temuan itu ada benang merah yang mesti diperhatikan insan periklanan, yakni perlunya teknik periklanan yang lebih baik. Tentunya, bisa dengan mempertimbangkan temuan-temuan lain dari riset ini yang menunjukkan bahwa: 80,47% pemirsa TV menyatakan menyukai iklan yang lucu dan 66% lebih menyukai iklan yang memberikan lebih banyak informasi mengenai produk yang diiklankan.

Selain itu, temuan Lowe juga menunjukkan bahwa 74% pemirsa Indonesia menonton berita kriminal, 66% menonton sinetron, 54% menonton tayangan misteri dan 53% menonton infotainment dan reality show. Uniknya, riset tersebut juga mengungkapkan bahwa sepertiga pemirsa TV mengaku menonton seluruh tayangan, entah mereka menyukai atau tidak. Hal ini mengisyaratkan bahwa pemirsa TV Indonesia semua acara tersebut karena tidak memperoleh program-program TV alternatif yang bermutu. Kenyataan ini sebagai wake up call bagi produser TV program, baik independen maupun in-house, bahwa penonton Indonesia mencari isi program yang baru.

(swa) .links { font-family: Verdana, Helvetica, sans-serif; color: #B50000; text-decoration: none; } .links:hover { font-family: Verdana, Helvetica, sans-serif; color: #B50000; text-decoration: underline; } .normal { font-family: Verdana, Helvetica, sans-serif; font-size: 8pt; color: #000000 }
URL : http://swa.co.id/primer/pemasaran/advertising/details.php?cid=1&id=2234

 

BCA Gandeng Sports Media Beriklan di Lingkungan Olahraga

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,18/task,userProfile/user,62/">Eddy Dwinanto Iskandar</a>   
Selasa, 27 Januari 2009 23:35

Untuk lebih meningkatkan awareness produk dan meningkatkan jumlah nasabahnya, BCA menggandeng Sports Media Indonesia, spesialis komunikasi periklanan yang pertama kali menggunakan lingkungan olahraga sebagai ruang beriklan, untuk mempromosikan Gebyar Tahapan BCA (GTB).

Sports Media Indonesia merupakan bagian dari Sports Media Asia yang bergerak di beberapa negara seperti Singapore dan Malaysia. Sports Media Indonesia membidik kalangan golfer dengan menciptakan 3 produk utama di driving range, yaitu: distance markers, ball buckets, dan bay dividers.

BCA merupakan consumer product yang pertama kali menggunakan bay dividers yang ada di golf driving range sebagai sarana komunikasi program GTB-nya. Pemasangan bay dividers GTB ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi golfer yang menjadi salah satu sasaran utama program undian berhadiah ini. Penempatan yang tepat, dengan bahasa keseharian golfer, diharapkan GTB akan mampu menyedot perhatian nasabah dalam meningkatkan saldo tabungannya .

(swa)
URL : http://swa.co.id/primer/pemasaran/advertising/details.php?cid=1&id=8332

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 3 dari 4

Login

CB Login

 
Baner

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

Links

feed image