Transaksi Bursa Otomatis di Tahun 2011 |
| Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,25/task,userProfile/user,88/">arinosan</a> | |||||
| Senin, 14 Desember 2009 19:40 | |||||
|
Investor, perusahaan sekuritas, dan pengelola bursa pada akhir tahun 2011 dapat melakukan seluruh proses transaksi jual-beli saham secara otomatis di Bursa Efek Indonesia. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi perdagangan serta perlindungan terhadap investor. Demikian disampaikan Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nurhaida di Solo, Sabtu (12/12). Dijelaskan, sistem yang dinamai Straight Through Processing (STP) ini membuat seluruh proses transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan secara otomatis. Hal tersebut dimungkinkan karena seluruh sistem perdagangan perusahaan sekuritas, BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) diintegrasikan. Sistem perdagangan secara otomatis ini diharapkan dapat menghilangkan adanya intervensi manual dan input ulang data, seperti yang masih terjadi saat ini. ”Ini mengurangi risiko operasional sejak terjadinya pesanan hingga proses penyelesaian,” kata Nurhaida. Sistem STP juga meningkatkan efisiensi biaya dan mempercepat proses perdagangan. Penyelesaian transaksi efek bisa dilakukan lebih cepat, yaitu dari tiga hari setelah transaksi (T+3) menjadi dua hari setelah transaksi (T+2), atau sehari setelah transaksi (T+1). Proyek terbesar STP adalah proyek terbesar Bapepam-LK, BEI, KSEI, dan KPEI untuk memenuhi tuntutan pasar akan peningkatan kapasitas dan efisiensi perdagangan saham, serta perlindungan investor. Selain itu, STP juga untuk menjawab perkembangan sistem perdagangan secara online. ”Untuk menyelesaikan proyek ini, kami harus menyelesaikan 47 proyek lainnya terlebih dahulu, antara lain penerapan identitas tunggal bagi setiap investor (singel ID),” kata Nurhaida, yang mengaku belum dapat menyebutkan dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Namun, menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Keanggotaan BEI Wan Wei Yiong, untuk meningkatkan sistem teknologi informasi BEI selama tiga tahun ke depan disiapkan anggaran Rp 100 miliar. Anggaran tersebut, kata Wan, sudah termasuk penyelesaian sistem STP dan peningkatan kapasitas Jakarta Automatic Trading System Next Generation (JATS Next-G). Saat ini, JATS Next-G hanya mampu menjalankan 500.000 transaksi dan 1 juta order per hari. Tahun 2010 kapasitas JATS Next-G akan ditingkatkan menjadi 2,5 juta transaksi dan 5 juta order per hari. (REI) Editor: tof Sumber : Kompas Cetak
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |

