Saham Blue Chip |
| Kamis, 14 Mei 2009 11:52 | |||||||||||||||||||||||
![]() Istilah saham blue chips sudah menjadi hal jamak di pasar modal. Meski begitu, dalam aktivitas sehari-hari masih sering ditemukan adanya salah pengertian bahwa saham blue chips identik dengan saham yang harganya mahal. Bahkan sebagian kecil investor masih ada yang menganggap bahwa saham blue chips jaminan mutu: tidak bakal rugi apabila dibeli. Benarkah begitu? benarkah saham blue chips selalu memberikan keuntungan (capital gain). Apa sih ciri saham blue chips? Saham blue chips memang senantiasa menjadi barang dagangan yang favorit di bursa efek. Ia ibarat barang dagangan dengan kualitas prima, sehingga banyak orang yang menyukai. Makanya saham blue chips selalu mudah dilempar ke pasar karena peminatnya besar. Saham blue chips bukanlah saham yang berharga mahal Rp4.000, Rp5.000 atau di atasnya. Ini penting untuk dipahami karena selama ini ada kesan seolah-olah saham yang harganya mahal merupakan ciri utama saham blue chips. Tidak selalu saham yang harganya mahal masuk kategori saham blue chips. Ada banyak contoh untuk itu. Sebagai ilustrasi, misalnya saham PT ABC diperdagangkan di Rp4.000. Di sisi lain, kinerja dari PT ABC dari tahun ke tahun hanya mampu menghasilkan laba bersih per saham (earning per share -- EPS) sekira Rp40 per saham. Itu berarti jika dihitung, price earning rasio dari PT ABC adalah 4.000/40 yakni mencapai 100 kali. Dengan PER sebesar 100 kali, maka harga saham Rp4.000 bisa dinilai terlalu mahal dan tidak reasonable. Saham seperti ini jelas tidak termasuk kategori saham blue chips. Gambaran lain begini. Perusahaan PT XYZ, sebuah produsen minuman kemasan selalu mencetak laba bersih yang besar setiap tahun. Pertumbuhan laba bersih juga cukup tinggi sehingga setiap tahun ini selalu membagikan dividen dalam jumlah yang cukup besar. EPS-nya tinggi dan P/E-nya kecil. Tapi di sisi lain jumlah saham beredar di masyarakat kecil sekali sehingga nyaris tidak ada transaksi harian di bursa efek. Investor atau pemodal yang memegang saham PT XYZ cenderung menahan dan tidak mau menjual dengan alasan setiap tahun mendapat nilai dividen yang lumayan. Nah, kendati performance saham PT XYZ cemerlang dan harga saham di pasar memang tinggi namun, ia belum bisa dimasukkan dalam kategori saham blue chips. Penyebabnya, tidak ada likuiditas di pasar. Kalaupun ada, likuiditasnya kecil sekali. Dari ilustrasi di atas tampak sekali bahwa saham yang harganya tinggi, belum tentu masuk ke dalam kategori saham blue chips. Tapi pada umumnya, saham blue chips memang seringkali mempunyai harga yang tinggi. Ini� bisa dimaklumi mengingat pihak yang berminat memiliki cukup banyak. Lantas bagaimana ciri-ciri sebuah saham yang masuk kategori blue chips? Umumnya saham blue chips memiliki ciri sebagai berikut: Kinerja keuangannya sehat, artinya dalam kondisi ekonomi normal dan stabil selalu mencatat pertumbuhan laba bersih dari tahun ke tahun, membagikan dividen kepada pemegang saham, jumlah saham yang beredar di masyarakat (floating share) tinggi sehingga likuiditas saham di pasar juga tinggi, ditransaksikan pada harga yang wajar, pergerakan atau fluktuasi harga saham di pasar berlangsung secara wajar, tidak melompat-lompat dan manajemen dikelola secara profesional (bukan manajemen keluarga). Ciri seperti ini yang membuat pelaku pasar senantiasa memburu saham-saham blue chips. Namun begitu, harus dipahami bahwa yang namanya pasar tetap saja pasar. Harga selalu berubah sesuai penawaran dan permintaan. Kendati saham blue chips, tapi harganya bisa naik dan bisa juga turun, tergantung situasi pasar saat itu. Jika Anda melakukan transaksi harian (daily trading) jangan diartikan saham blue chips selalu memberikan capital gain. Tapi jika Anda memiliki horizon investasi yang cukup panjang, saham blue chips biasanya selalu memberikan gain kepada pemiliknya. Coba deh. (Tim BEI)
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |


