Mau kaya main saham? |
| Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,25/task,userProfile/user,88/">arinosan</a> | |||||
| Selasa, 17 November 2009 19:04 | |||||
Sebelum menjadi investor saham yang sukses dan jutawan, mahasiswa mutlak harus memahami bahwa transaksi saham lebih berisiko tinggi ketimbang transaksi deposito, obligasi atau properti.
Umumnya, investor yang berusia masih sangat muda bisa menolerir transaksi saham yang nilainya sangat fluktuatif. Bermain saham tidak disarankan kepada investor yang tidak mampu menolerir risiko tersebut. Demikian hal itu mengemuka dalam diskusi dan bedah buku Kaya dari bermain Saham yang ditulis oleh Guru Besar Bidang Ilmu Pasar Modal, Investasi, Keuangan, dan Perbankan ABFI Perbanas Prof Dr Adler Haymans Manurung di Jakarta, Selasa (17/11). Bedah buku menghadirkan dosen dan peneliti ABFI Perbanas, Dr Endri, dan praktisi saham, Michael Steven. "Menjadi investor itu harus diawali dengan memegang teguh prinsip 4C, yaitu cool, calm, consistence, dan confidence. Harus pandai-pandai menahan dan memainkan emosi, kalau tidak bisa jantungan," ujar penulis kolom investasi di Harian Kompas ini, disambut tawa pengunjung yang umumnya adalah para mahasiswa. Adler menambahkan, bermain saham sangat bisa dijadikan "jalan pintas" menjadi seorang kaya-raya. Toh demikian, lanjut dia, hal tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. "Ada strateginya, tidak cukup mental saja, sebab harus mampu membaca dan menganalisis kapan beli dan kapan waktunya menjual, untuk itu harus banyak praktik dan tentu saja, lebih cepat dimulainya akan lebih baik," tambah Adler. Sementara itu, menurut Endri, sejauh ini mahasiswa memang masih dalam taraf mengenal teori tentang dunia saham. Namun, karena cabang ilmu keuangan ini lebih banyak menuntut pendekatan praktis, jalan tengahnya harus diupayakan dengan lebih banyak menggelar diskusi, berbagi pengalaman dari para pelaku bursa saham, serta simulasi. "Khususnya simulasi, karena dari situlah dasar-dasar pertimbangan untuk melakukan investasi, menjalani proses jual beli, hingga mengambil keputusan bisa dipahami langsung dengan baik oleh si mahasiswa," ujarnya. "Deal room" Sebagai dosen bagi para mahasiswa jurusan manajemen investasi, Endri memang tidak cukup hanya memberi landasan teori. Mendukung pernyataan Adler, ia juga harus mengakui bahwa mahasiswa saat ini harus banyak melakukan praktik lapangan ketimbang teori agar dapat menelan berbagai ilmu tentang investasi di lantai bursa tersebut. "Maka, saya wajibkan mereka (mahasiswa) ke BEJ untuk melihat langsung, bertanya langsung pada para analyst dan belajar menganalisis sendiri hasil pengamatannya," ujarnya. Terkait hal itu, General Manager Academic Laboratory ABFI Perbanas Indra Siswanti mengatakan, sejauh ini pihak ABFI sudah mengombinasikan antara teori dan kebutuhan praktik bagi para mahasiswanya melalui laboratorium dealing room. Dilengkapi 20 komputer dan akses data online, laboratorium dealing room tersebut dibagi menjadi dua ruangan. Satu ruangan dipakai untuk melakukan simulasi pasar uang, terutama perdagangan valuta asing, satu ruang lainnya untuk pasar saham (trading forex).
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
Sebelum menjadi investor saham yang sukses dan jutawan, mahasiswa mutlak harus memahami bahwa transaksi saham lebih berisiko tinggi ketimbang transaksi deposito, obligasi atau properti.

