Stock Market

Kapan sebaiknya menjual Saham?

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Selasa, 27 Oktober 2009 23:55

Kapan kita sebaiknya menjual saham, kadang-kadang kita tidak tahu kalau harga saham kita lagi bagus. Kita baru tahu, setelah beberapa hari, namun pada saat mau dijual, harga sahamnya sudah turun.

Jawaban:

Sebaiknya saham dijual saat harganya sudah melampaui dari nilai wajarnya. Nilai saham atau target harga bisa dikonsultasikan melalui analisa fundamental dan analisa teknikal. Pada analisa fundamental, target harga tersebut umumnya ada di setiap laporan riset yang dikeluarkan oleh perusahaan sekuritas.

Setiap perusahaan sekuritas tentunya memiliki pandangan tersendiri mengenai prospek suatu saham dan maka dari itu target harga yang dikeluarkan oleh setiap perusahaan sekuritas berbeda. Kadangkala perbedaan tersebut sangat ekstrem, sehingga sebaiknya Anda berpatokan pada rata-rata target harga dari emiten tersebut.

Untuk analisa teknikal, target harga bisa didapatkan melalui analisa grafik (charting). Pada umumnya broker di perusahaan sekuritas memiliki kemampuan untuk melakukan analisa teknikal sehingga bisa memberikan target harga atau merekomendasikan kapan menjual atau membeli suatu saham.

Sebaiknya saham dijual saat harganya sudah melampaui dari nilai wajarnya. Nilai wajar suatu saham atau target harga bisa dikonsultasikan melalui analisa fundamental dan analisa teknikal.  Banyak analis/investor yang berpandangan hanya kepada analisa fundamental dan mengabaikan analisa teknikal.  Tetapi ada baiknya jika kedua metode tersebut digabungkan untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas.  Ada baiknya jika analisa fundamental digunakan untuk menjawab pertanyaan "saham apa yang harus dibeli atau dijual?" dan analisa teknikal untuk menjawab pertanyaan "kapan saham tersebut bisa dibeli atau dijual?"

Sumber: www.okezone.com

 

Bagaimana memulai Reksadana

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Selasa, 27 Oktober 2009 23:51

Apa yang harus dilakukan bila ingin mulai berinvestasi di Reksadana?

Jika berkeinginan berinvetasi di reksadana , sebaiknya Anda berinvetasi pada reksadana yang terdaftar di Bapepam LK.  Silahkan mengunjungi situs Bapepam di www.bapepam.go.id.

Saya tidak dapat secara langsung merekomendasikan reksadana ekuiti yang sebaiknya dibeli.  Melalui situs bapepam tersebut Anda juga dapat mendapatkan data kinerja dari seluruh reksadana yang terdaftar di Bapepam.

Secara sekilas, reksadana pada awalnya dimulai pada nilai aset bersih (NAB) sebesar 1.000.  Jika ada reksadana yang saat ini memiliki NAB jauh di atas 1.000 maka merupakan salah satu ukuran bahwa manajer investasinya memiliki kinerja masa lampau yang cukup baik.

Tetapi harus diingat bahwa kinerja manajer investasi di masa lalu bukan merupakan tolok ukur terhadap kinerjanya di masa yang akan datang. Reksadan equity menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi diantara reksadana-reksadana jenis lainnya tetapi juga memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi pula.

Sebagai tambahan, hati-hati terhadap pemasar reksadana yang menjanjikan suatu angka keuntungan tertentu dan memberikan jaminan bahwa anda tidak bisa merugi.  Investasi awal anda di reksadana terutama pada reksadana equity dapat turun seiring dengan kondisi perekonomian Indonesia dan dunia.

 

Sumber: www.okezone.com

 

Perilaku Psikologis Investor yang membahayakan

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Jumat, 23 Oktober 2009 11:17

Jumlah transaksi investasi kian meningkat seiring dengan pulihnya kondisi perkonomian, yang membuktikan bahwa para investor telah memanfaatkan peluang ini dengan baik. Namun demikian, perlu dicermati bahwa masih terdapat beberapa perilaku psikologis investor yang mungkin dapat membahayakan investasi mereka. Perilaku tersebut diantaranya adalah herding, overtrading dan naïve diversification of investment.

Sepanjang tahun 2009, IHSG telah menunjukkan performa yang baik melalui pertumbuhan, sampai hari ini, sebesar 81,20% (per awal Oktober 2009). Citi juga mencatat pertumbuhan investasi yang sangat signifikan. Hal ini menunjukkan kuatnya pemulihan kondisi perekonomian Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Karenanya dapat dikatakan bahwa peluang berinvestasi telah kembali terbuka lebar.

“Kondisi perekonomian saat ini memberikan peluang yang baik bagi para investor dalam berinvestasi, namun beberapa perilaku investasi mereka seringkali menjadi penyebab tidak maksimalnya keuntungan yang mereka peroleh.” ujar Harsya Prasetyo, Vice President-Investment Head, Citibank N.A

Ketika dihadapkan pada sebuah ketidakpastian, manusia secara alamiah berasumsi bahwa orang lain dengan kondisi serupa akan memiliki ide yang lebih baik dibandingkan dengan ide mereka sendiri. Asumsi inilah yang menyebabkan rendahnya kepercayaan diri investor, sehingga mengakibatkan kecenderungan pembuatan keputusan yang serupa antara orang yang satu dengan yang lainnya. Dalam investasi, perilaku seperti ini dikenal dengan istilah herding.

Bagi orang-orang pada umumnya, herding mungkin terlihat seperti perilaku yang tidak masuk akal. Namun akan berbeda halnya dengan sebuah keadaan di mana keberuntungan dan keahlian sama-sama diperhitungkan, seperti halnya dalam perdagangan bursa, di mana herding menjadi suatu hal yang sepertinya memang terjadi secara alamiah.

“Beberapa dampak negatif dari perilaku herding ini adalah para investor mungkin saja melakukan jenis investasi yang sebenarnya tidak mereka pahami dan mengambil resiko yang sebenarnya tidak diperlukan. Perlu diingat bahwa suatu investasi yang berhasil di masa lalu, dan atau cocok dengan orang-orang tertentu, belum tentu akan cocok juga bagi orang yang lain,” kata Harsya mengingatkan.

Sebagai tambahan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lopes (1987) mengindikasikan bahwa saat keahlian dan keberuntungan diperlukan secara bersamaan, maka ia akan mempunyai keinginan yang lebih tinggi untuk memegang kendali. Keinginan untuk memegang kendali disalurkan melalui frekuensi transaksi yang terlalu sering.

Namun, sebuah penelitian pada 60 ribu investor dalam kurun waktu enam tahun yang dilakukan oleh Barber and Odean, memperlihatkan bahwa menjadi terlalu aktif dalam bertransaksi dapat memberatkan index sampai 60 basis points sebelum biaya transaksi. Ironisnya, biaya transaksi dapat memangkas 240 basis points dari performa portfolio tersebut. Penelitian ini memperlihatkan bahwa walaupun berlebihan dalam bertransaksi adalah hal yang sangat manusiawi, hal itu dapat membatasi keuntungan dari berinvestasi.

Perilaku beresiko yang ketiga adalah kecenderungan investor dalam menyederhanakan pola diversifikasi investasi mereka. Bernartzi and Thaler menyimpulkan bahwa para investor seringkali menyederhanakan diversifikasi dengan membagi rata jumlah investasi mereka atas setiap produk, tanpa mempertimbangkan jenis dari investasi tersebut. ”Naive diversification seperti ini dapat membuat investor memegang portfolio yang belum cukup tingkat diversifikasinya. Selain dapat mengarahkan investor untuk memiliki produk investasi dengan tingkat korelasi yang tinggi, perilaku seperti ini juga dapat menyebabkan investor harus menanggung resiko portfolio yang sebenarnya di luar batas kemampuan mereka,” ujar Harsya.

Kesempatan untuk berinvestasi akan selalu terbuka, selama para investor mampu berinvestasi secara bertanggung jawab. “Citi sangat memahami kondisi psikologis para investor ini, dan oleh karenanya selalu menjalankan risk-profiling sebelum memulai jenis investasi apapun,” ujar Meliana Sutikno – Vice President, Retail Bank Head, Citibank N.A.. Citibank terus berusaha memenuhi kebutuhan para nasabahnya dengan cara yang inovatif dan kreatif. Citibank menyediakan paket investasi melalui Model Portfolio dan CRIP.

 

Sumber: Swa.co.id

 

Tren Penguatan Rupiah?

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Kamis, 15 Oktober 2009 08:15
rupiahPekan lalu merupakan momen pembuktian keperkasaan rupiah. Setelah hampir 5 pekan rupiah berfluktuasi di bawah Rp10.000, mata uang yang tercatat berkinerja terbaik di Asia itu berhasil membukukan rekor penguatan tertinggi dalam setahun terakhir.Rupiah mampu melenggang ke Rp9.360 per dolar AS. pada pe…
 

Tips Pakai Kartu Kredit saat Lebaran

Selasa, 15 September 2009 12:16
kartu_kreditAwal minggu ini, kebanyakan orang sudah mulai bersiap-siap untuk mudik bahkan sudah ada beberapa rekan pekerja kantoran yang mengambil cuti untuk perjalanan yang sudah ditunggu-tunggu oleh seluruh anggota keluarga. Acara mudik setahun sekali ini biasanya membutuhkan dana yang tidak kecil dan ada kal…
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 3 dari 6

Login

CB Login

 
Baner

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

Links

feed image