Stock Market

Wall Street Tarik Nafas

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Kamis, 04 Februari 2010 21:05
Saham-saham di Wall Street pada perdagangan Rabu (3/2/2010) waktu setempat, mayoritas berada di zona merah, Setelah dua hari rally (naik panjang). Para investor menarik nafas dulu, sambil menunggu data-data ekonomi baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 26,30 poin (0,26 persen) pada 10.270,55. Kemudian indeks Standard & Poor’s 500 turun 6,04 poin (0,55 persen) menjadi 1.097,28.

Sementara indeks komposit Nasdaq berhasil naik 0,85 poin (0,04 persen) ke posisi 2.190,91, setelah sempat berada di jalur negatif.

"Pelaku pasar menarik nafas sejenak, setelah membuat saham naik hamir tga persen dalam perdagangan Senin dan Selasa lalu," sebut analis Briefing.com dalam catatan kliennya.

Sementara analis Charles Schwab & Co. menyebutkan, investor mungkin mengambil untung dari rally tersebut, menghadapi laporan laporan akhir bulan mengenai buruh pada Jumat ini.
 

Sinterclaus Angkat Pasar Saham Wall Street

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Selasa, 22 Desember 2009 13:27
Saham-saham di Wall Street AS terdorong naik pada Senin (21/12/2009) waktu setempat, di tengah optimisme mengenai perbaikan ekonomi dan harapan adanya rally sinterklas menjelang menjelang liburan Natal minggu ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 85,25 poin atau 0,8 persen pada 10.414,14 setelah sempat melonjak 129 poin pada awal perdagangan. Kemudian, indeks Standard & Poor’s 500 naik 11,58 poin atau 1,1 persen menjadi 1.114,05 dan indeks komposit Nasdaq bertambah 25,97 poin atau 1,2 persen ke posisi 2.237,66.

"Kekhawatiran mengenai status utang pemerintah global dan memudarnya kegelisahan mengenai kesehatan sektor keuangan Eropa membantu dukungan sentimen di Wall Street," kata para analis.

Investor melihat meningkatnya tanda-tanda bahwa perekonomian AS rebound, tetapi ada kekhawatiran Federal Reserve akan memperketat kondisi kredit. "Akan ada pembicaraan mengenai rally sinterklas minggu ini," kata analis Briefing.com, Patrick O’Hare, tetapi memperingatkan bahwa setiap pasar yang selama periode ini tak bergairah bisa juga memicu penjualan.

Investor juga akan memonitor serangkaian data ekonomi yang akan dirilis pada awal Selasa yang bisa mencerminkan langkah pemulihan ekonomi, di antaranya revisi terakhir pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal ketiga, diperkirakan tidak berubah pada 2,8 persen.

Laporan yang juga akan dirilis adalah penjualan rumah baru dan rumah yang telah ada serta pendapatan dan pengeluaran pribadi.




Editor: Edj

Sumber : ANT, AFP
 

Transaksi Bursa Otomatis di Tahun 2011

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Senin, 14 Desember 2009 19:40
Investor, perusahaan sekuritas, dan pengelola bursa pada akhir tahun 2011 dapat melakukan seluruh proses transaksi jual-beli saham secara otomatis di Bursa Efek Indonesia. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi perdagangan serta perlindungan terhadap investor.

Demikian disampaikan Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nurhaida di Solo, Sabtu (12/12).

Dijelaskan, sistem yang dinamai Straight Through Processing (STP) ini membuat seluruh proses transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan secara otomatis. Hal tersebut dimungkinkan karena seluruh sistem perdagangan perusahaan sekuritas, BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) diintegrasikan.

Sistem perdagangan secara otomatis ini diharapkan dapat menghilangkan adanya intervensi manual dan input ulang data, seperti yang masih terjadi saat ini.

”Ini mengurangi risiko operasional sejak terjadinya pesanan hingga proses penyelesaian,” kata Nurhaida.

Sistem STP juga meningkatkan efisiensi biaya dan mempercepat proses perdagangan. Penyelesaian transaksi efek bisa dilakukan lebih cepat, yaitu dari tiga hari setelah transaksi (T+3) menjadi dua hari setelah transaksi (T+2), atau sehari setelah transaksi (T+1).

Proyek terbesar

STP adalah proyek terbesar Bapepam-LK, BEI, KSEI, dan KPEI untuk memenuhi tuntutan pasar akan peningkatan kapasitas dan efisiensi perdagangan saham, serta perlindungan investor. Selain itu, STP juga untuk menjawab perkembangan sistem perdagangan secara online.

”Untuk menyelesaikan proyek ini, kami harus menyelesaikan 47 proyek lainnya terlebih dahulu, antara lain penerapan identitas tunggal bagi setiap investor (singel ID),” kata Nurhaida, yang mengaku belum dapat menyebutkan dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.

Namun, menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Keanggotaan BEI Wan Wei Yiong, untuk meningkatkan sistem teknologi informasi BEI selama tiga tahun ke depan disiapkan anggaran Rp 100 miliar.

Anggaran tersebut, kata Wan, sudah termasuk penyelesaian sistem STP dan peningkatan kapasitas Jakarta Automatic Trading System Next Generation (JATS Next-G).

Saat ini, JATS Next-G hanya mampu menjalankan 500.000 transaksi dan 1 juta order per hari. Tahun 2010 kapasitas JATS Next-G akan ditingkatkan menjadi 2,5 juta transaksi dan 5 juta order per hari. (REI)



Editor: tof

Sumber : Kompas Cetak
 

Mari Trading dengan "Double Top/Buttom"

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Senin, 07 Desember 2009 10:27
Dalam pasar keuangan, trading dengan pattern sudah tidak asing lagi. Banyak pelaku pasar yang memperhatikan pattern atau pola-pola harga dalam melakukan transaksi. Buku-buku mengenai trading pun banyak yang membahas tentang pola-pola harga.

Pasti anda sering mendengar tentang pola Head and Shoulder, Double Top, Double Bottom, Flag, Wedge, Triangle, dsb. Dan pola-pola ini banyak digunakan pelaku pasar untuk melakukan posisi jual atau beli. Pola-pola ini terbentuk juga karena hasil jual-beli para pelaku pasar.

Pola-pola harga memberikan indikasi atau kemungkinan kemana harga akan bergerak ke depannya. Ada pola yang mengindikasikan kemungkinan harga akan berbalik arah (reversal) ada juga pola yang mengindikasikan kemungkinan tren akan berlanjut.

Double Top atau Bottom, merupakan pola-pola yang mengindikasikan kemungkinan reversal. Mengapa demikian? Sebagai contoh pola Double Bottom, kita dapat melihat bahwa harga yang bergerak ke bawah namun tidak dapat meneruskan penurunannya karena banyaknya pembeli (buyer) yang membeli di harga bawah. Harga kemudian berbalik naik.

Tapi di atas sudah menunggu penjual (seller) yang siap menjual kembali dan mengakibatkan harga turun kembali mendekati harga terendah sebelumnya dan sekali lagi buyer masuk ke pasar membeli pada harga mendekati harga terendah tersebut. Harga pun kembali naik. Ini mengindikasikan kekuatan harga untuk turun semakin berkurang. Nah, ada indikasi harga akan berbalik arah dan rebound.

Pola Double Top atau Bottom dapat kita gunakan untuk memberikan sinyal untuk membuka posisi sell ataupun buy. Tentunya dengan membatasi resiko kita dengan meletakkan stop loss di sekitar area Double Top atau Bottom. Perhatikan gambar.



1. Double Bottom mulai terbentuk pada gambar 1. Titik 1 dan 2 merupakan Double Bottom-nya. Sinyal untuk reversal atau buy mulai terbentuk.

2. Kita perhatikan Double Bottom membentuk area resisten pada saat harga rebound dari titik 1, sebelum akhirnya turun kembali ke titik terendah ke-2. (gambar 2)

3. Kita dapat membuka posisi buy pada saat harga menembus area resisten. Stop loss kita letakan sedikit di bawah bottom terendah (1 atau 2).Sementara target profit dapat kita hitung dengan cara mengukur jarak antara titik bottom 1 dengan area resisten. Jadi misalnya jarak antara titik bottom 1 dengan area resisten sekitar 40 pip, kita dapat meletakan target profit sekitar 40 pip. (gambar 3)

Pola Double Top pun dapat diperlakukan sama dengan Double Bottom, hanya saja pola Double Top untuk memberikan sinyal reversal harga akan jatuh atau terkoreksi.  Dalam melakukan transaksi dengan menggunakan metode atau strategi apapun, jangan lupa untuk memperhatikan berapa resiko yang dapat kita terima. Karena semua metode atau strategi hanya  (AT/Senior Research & Analyst Monex)



Editor: Edj

Sumber : www.mifx.com
 

Hati-hati Profit Taking Desember Minggu ke-2 ini

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Senin, 07 Desember 2009 10:21
Pekan ini saham-saham di Bursa Efek Indonesia masih berpeluang untuk terus melakukan penguatan, setelah pekan lalu secara kumulatif menguat hampir 5 persen sehingga kembali menembus level psikologis 2.500.

"Untuk pekan ini, kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas seiring dengan bullish rally yang terjadi," sebut analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono.

Menurutnya indeks akan menguji level resistance 2.540-2.570 dengan support level 2.470-2485. "Meski demikian, perlu diperhatikan kemungkinan akan terjadinya profit taking mengingat kenaikan dalam beberapa hari terakhir sudah cukup signifikan," tambah dia.

Disebutkan dia, saham berbasis komoditas, properti, dan beberapa saham second liner masih cukup menarik untuk trading jangka pendek di pekan ini.

Sepanjang pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan naik 4,93 persen ditutup pada level 2.511,545. "Keberhasilan indeks menembus kembali level 2.500, didorong oleh pengumuman deflasi November, yang memberikan optimisme bahwa inflasi tahun ini masih berada dalam target pemerintah," sebut dia.

Selain itu, lanjut dia, data cadangan devisa serta naiknya harga komoditas juga turut memberikan kontribusi sentimen positif bagi indeks.

Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan indeks pekan lalu adalah meredanya efek dari kasus Dubai World, setelah Bank sentral UAE berjanji turun tangan pada masalah ini. Kemdian langkah Bank sentral Jepang yang akan menyuntikkan dana ke pasar untuk memicu aktifitas perekonomian juga terlihat mendorong naiknya harga komoditas seiring dengan ekspektasi meningkatnya demand akan komoditas.



Editor: Edj
Sumber: Kompas.com
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 6

Login

CB Login

 
Baner

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

Links

feed image