Sudahkan Direncanakan Future Financial Keluarga Anda? |
| Kamis, 12 Maret 2009 11:25 | |||||||||||||||||||||||
Masalah uang memang merupakan masalah sensitif sehingga sering kali orang menghindar membicarakan soal ini. Padahal, bagi Anda yang telah memiliki pasangan dan sudah berumah tangga, masalah keuangan harus dibicarakan secara terbuka karena menyangkut masa depan suami-istri dan anak-anak. Coba bicarakan dan aturlah masalah keuangan dengan lebih hati-hati dan terbuka.
Berikut ini beberapa langkah untuk dijadikan panduan Anda. Langkah 1 : Bicara & Atur TargetIni bagian yang sulit, tetapi pada akhirnya akan terasa manfaatnya. Anda dan pasangan duduk berdua dan membahas permasalahannya. Pastikan Anda berdua dalam keadaan tenang. icarakan secara terbuka soal keinginan, kebutuhan, uneg-uneg dan target Anda. Ingat, Anda berdua adalah satu tim yang perlu sepakat atas rencana yang disusun. Bersikaplah serius dan jangan berharap pasangan bisa membaca pikiran Anda. Langkah 2 : Mengerti Anggaran KeluargaAnda berdua perlu sepakat, apa ayang dimaksud kebutuhan primer dan sekunder. Bagi anggaran keluarga ke dalam dua kategori, yaitu pengeluaran variabel dan pengeluaran pasti. Periksa pengeluaran bulan-bulan sebelumnya untuk melihat pengeluaran berjumlah besar dan tak termasuk kebutuhan primer. Jangan lupa, memasukkan pengeluaran kecil seperti membeli penganan ringan, DVD, atau nonton bioskop. Langkah 3 : Gunakan Alat Pelacak UangAgar pengeluaran uang selalu terlacak, gunakan software keuangan. Ini merupakan alarm untuk melihat seberapa besar uang yang telah dikeluarkan. Usahakan menggunakan uang tunai sesedikit mungkin agar mudah ditelusuri. Catat pengeluaran sekecil apapun yang Anda lakukan. Jika rajin mengategorikan setiap pengeluaran sampai detail, Anda akan melihat jelas bagaimana uang sudah dibelanjakan. Langkaah 4 : Terorganisasi & OtomatisApakah Anda sering bepergian dan merasa sulit menyimpan bon-bon belanjaan? Sulitkah untuk duduk dan mencatat setiap pengeluaran yang dilakukan? Zaman modern ini Anda tak perlu melakukannya lagi. Anda bisa menggunakan layanan bank online atau software khusus pengelolaan keuangan. Selain mengurangi tumpukan bon, catatan Anda tersimpan rapi di komputer dan bisa digunakan setiap saat, baik untuk memasukkan data atau jadi bahan tinjauan. Langkah 5 : Menciptakan Sistem KeuanganKetika duduk bersama pasangan dan bicara soaal pengelolaan keuangan keluarga, sepakati aturan : bagaimana dan kapan uang dibelanjakan, dan apa yang dianggap pengeluaran kecil-kecil. Pertimbangkan untuk punya beberapa rekening bank agar tetap terpusat pada pengeluaran. Satu rekening untuk pengeluaran tetap dan satu lagi untuk pengeluaran tidak tetap atau jumlah kecil. Dan konsisten pada anggaran yang telah disepakati! Langkah 6 : Kelola Kartu KreditBayarlah kartu kredit sesuai tagihan, atau setidaknya lebih besar dari pembayaran minimum dan sebelum jatuh tempo agar terhindar dari bunga besar. Padaa dasarnya Anda hanya memerlukan 1-2 kartu kredit, dan gunakan untuk keadaan darurat. Langkaah 7 : Kencangkan Ikat PinggangApakah Anda mendapat keuntungan dari membayar asuransi mobil, pendidikan anak, atau jiwa? Apakan Anda mencicil teve, sementara hampir tak ada yang menontonnya? Berapa besar Anda membayar tagihan majalah yang hampir tak pernah dibaca? Langkah 8 : Mulai Menabung!Tak apa menabung sedikit demi sedikit setiap bulannya. Target Anda harus setara dengan enam bulan gaji dan untuk pengeluaran darurat. Pertimbangkan menyimpan uang di bank berbeda agar Anda bisa menyimpan uang secara terpisah untuk keadaan darurat. liburan, dan untuk anggota keluarga baru. Langkah 9 :AsuransiBelilah asuransi untuk melindungi mereka yang tergantung pada Anda. Bila punya anak, Anda perlu mengasuransikannya. Jika Anda ibu rumah tangga dan sesuatu terjadi pada diri Anda, akan ada biaya untuk menggantikannya. Langkah 10 : Buat CatatanSangat bijaksana untuk selalu mencatat semua keinginan. Anda perlu memastikan jawaban, "Siapa yang akan mengurus anak dan kepemilikan saya setelah saya meninggal?" Pertimbangkan dan tentukan siapa yang akan mengurus kebutuhan anak-anak, dan yang mengawasi dana serta anggaran. Langkah 11 : Persiapkan Masa DepanBicarakan dengan perencana keuangan soal rencana investasi. Ada perencana keuangan yang menghitung biaya flat, ada pula yang gratis sehingga Anda ingin menginvestasikan di produknya dan mereka mendapat komisi. Pastikan Anda mendapat perencana keuangan yang layak dan punya saran yang sesuai minat Anda, dan bukan memberikan komisi bagus untuknya. Jangan takut bertanya berbagai hal yang pantas Anda ketahui secara terbuka. Langkah 12 : Menabung Untuk Anak-AnakSeperti kondisi darurat di pesawat, di mana Anda harus lebih dahulu memasang oxygen pada diri sendiri, baru kemudian pada anak. Demikian pula hanlnya dengan menabung. Sisihkan uang untuk Anda terlebih dahulu, baru kemudian untuk anak-anak.
Sumber: www.dunia-wanita.com
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
Masalah uang memang merupakan masalah sensitif sehingga sering kali orang menghindar membicarakan soal ini. Padahal, bagi Anda yang telah memiliki pasangan dan sudah berumah tangga, masalah keuangan harus dibicarakan secara terbuka karena menyangkut masa depan suami-istri dan anak-anak. Coba bicarakan dan aturlah masalah keuangan dengan lebih hati-hati dan terbuka.
