Harga Emas Bakalan Makin Menjulang, Saatnya kita Investasi?

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,24/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>   
Senin, 07 Desember 2009 10:29

Menjelang tutup tahun, emas seakan tak pernah lelah mencetak rekor harga baru. Hingga pukul 19.00 WIB kemarin (3/12), harga kontrak emas di divisi Comex NYMEX Amerika Serikat (AS) telah menginjak angka 1.219 dollar AS per troy ounce.

Setidaknya, ada dua faktor fundamental yang mengakibatkan harga emas kian berkemilau. Pertama, aksi beli emas dari investor ritel maupun negara. Setelah China dan India, negara kecil seperti Pakistan sudah mengganti sebagian cadangan devisa dari dollar AS menjadi emas.

"Yang terdeteksi jumlahnya lebih dari satu ton," ujar Martono, Manajer Pemasaran Logam Mulia, kemarin. Padahal jika mau menelusuri, banyak negara maupun ribuan investor ritel yang telah mengantongi emas.

Kedua, pelemahan nilai tukar dollar AS. Kondisi ini mengakibatkan ongkos membeli emas yang berbasis dollar AS semakin murah. Ya, nilai tukar dollar AS memang tersungkur karena investor menggunakan greenback sebagai aksi carry trade.

Para pemodal memanfaatkan rendahnya bunga pinjaman AS, dan mengalihkannya pada barang komoditas, termasuk emas. "Kondisi ini mengakibatkan harga emas terus menguat dalam kurun beberapa bulan ke depan," ujar Nico Omer Jonckheere, Vice President Valbury Asia Futures.

Meski harga emas mulai mengalami jenuh beli (overbought), analis belum melihat potensi bubble atau jatuhnya harga emas. Sebab, bila membandingkan tingkat inflasi tiap tahun, harga emas jauh di bawah rasionya.

Sebagai perbandingan, harga emas pada tahun 1980 masih 850 dollar AS per troy ounce. Bila mengikuti inflasi hingga 2009, seharusnya harga emas mencapai 2.300 dollar AS per troy ounce. "Setiap persen kenaikan inflasi diikuti kenaikan harga emas yang sama," ujar Martono.

Nico meramal, harga emas akan terus menguat hingga 1.350 dollar AS per troy ounce pada kuartal pertama 2010. "Harga emas baru turun pada kuartal kedua 2010," imbuhnya. Alat ukur pergerakan harga emas adalah penguatan atau penurunan dollar AS. (Ade Jun Firdaus/Kontan)

 

Sumber: Kompas.com

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Login

CB Login

 
Baner

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

feed image