Investasi di Asuransi & Pasar Modal Prospektif |
| Jumat, 20 Maret 2009 16:03 | |||||
|
Menurut dia, bukan berarti menyimpan uang di bank tidak baik, sebaliknya malah harus tetap dapat ditumbuhkan. Namun untuk kondisi sekarang ini, bank sebagai instrumen investasi kurang memberikan hasil yang maksimal. Setidaknya, kata dia, masih ada dua intrumen investasi yang tetap memiliki prospek dan layak dilirik investor yakni produk asuransi dan pasar modal. Asuransi layak dilirik karena bisa memberikan hasil yang maksimal dengan risiko minimal serta mampu memberikan proteksi bagi pemegang polis serta biaya premi yang rendah jika dimulai sejak usia muda. "Investasi asuransi jauh lebih baik jika dimulai saat usia muda karena premi yang dibayar lebih murah. Sayangnya kesadaran masyarakat terhadap fenomena tersebut masih kurang karena kebanyakan masyarakat usia muda rasa sehat sehingga memutuskan untuk tidak memerlukan asuransi". Instrumen investasi kedua, lanjut Jimmy adalah pasar modal. Meski bisa memberikan return yang maksimal, pasar modal juga mengandung resiko yang cukup tinggi. Untuk itu, calon investor harus benar-benar mengetahui profil emiten beserta risikonya. Sementara itu, Chief Economist Bursa Efek Indonesia (BEI) Edison Hulu menyatakan calon investor harus memahami menanamkaan modal di bursa saham adalah investasi jangka panjang. Bukan hanya untuk semalam atau sebulan saja. "Jika itu benar-benar dipahami investor, saat ada krisis seperti ini dan harga saham melemah, investor tak perlu panik berlebihan karenba suatu saat nanti semua akan pulih dan harga akan kembali normal," paparnya. (tw)
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
Investasi di sektor asuransi dan pasar modal dinilai masih prospektif untuk menyiasati tingginya angka inflasi, kendati pergerakannya sedikit terkoreksi oleh kondisi krisis keuangan global. Chief Commite the First Wealth Dimas Wahyu mengatakan inflasi di Indonesia diperkirakan masih akan relatif tinggi yakni menembus sekitar 10% per tahun. Kondisi itu akan mendorong nilai rupiah terus menurun. "Di saat kondisi seperti itu perlu ada alternatif instrumen investasi selain model konvensional seperti simpanan di bank," ujar Dimas pada acara seminar manajemen 2009 di Surabaya.
