Tabungan Masyarakat Menurun |
| Jumat, 20 Maret 2009 16:12 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pertumbuhan dana secara agregat menurun sesuai dengan pola musiman awal tahun. Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Januari 2009 menurun Rp7,7 triliun menjadi Rp1.746 triliun dari Rp1.753,3 triliun per Desember 2008. Penurunan DPK tersebut khususnya terjadi di giro dan tabungan rupiah sebagai cerminan menurunnya kegiatan transaksi seiring dengan melemahnya perekonomian. Dalam Laporan Tinjauan Kebijakan moneter Bank Indonesia edisi Maret 2009 yang dirilis 10 Maret 2009 disebutkan penurunan pada kedua jenis DPK tersebut juga akibat pergeseran ke deposito sebagai precautionary saving di tengah-tengah ketidakpastian perekonomian. Secara level, hampir seluruh komponen M2, kecuali deposito, mengalami penurunan. Penurunan terjadi terutama pada uang kartal dan tabungan masyarakat. Selain itu, meskipun rekening giral terkait pemerintah, khususnya Pemerintah Dati I dan II masih menunjukkan peningkatan sebesar 45,7% (yoy), menurunnya simpanan giral sektor swasta yang mencapai 10,3% (yoy) berdampak pada menurunnya simpanan giral secara total. Disisi lain, pertumbuhan kredit menunjukkan tren yang melambat, yang disebabkan baik oleh sisi permintaan dan penawaran. Dari sisi permintaan, menurunnya aktivitas perekonomian domestik yang disertai dengan masih tingginya suku bunga kredit menyebabkan melambatnya permintaan akan kredit. Dari sisi penawaran menurunnya pertumbuhan kredit juga diakibatkan oleh melambatnya suplai kredit perbankan terkait dengan masih tingginya risiko di dunia usaha yang tercermin oleh meningkatnya NPL. Melambatnya pertumbuhan kredit (secara tahunan) terutama terjadi pada kredit investasi dan kredit konsumsi. Sementara itu, posisi kredit modal kerja justru meningkat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya, yaitu dari 28,4% (yoy) menjadi 29,2% (yoy). Kondisi perbankan nasional sampai saat ini cukup stabil, seperti tercermin dari perkembangan berbagai indikator keuangan dan kesehatan bank. Kondisi likuiditas perbankan, termasuk aliran likuiditas dalam pasar uang antarbank, mulai mengalami perbaikan dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu. Namun demikian, BI tetap mencermati kecenderungan meningkatnya risiko kredit yang berpotensi meningkatkan NPL dalam industri perbankan. Ke depan, BI akan melanjutkan kebijakan yang mendukung perkembangan ekonomi dengan tetap mengedepankan stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan. Apabila tekanan inflasi terus cenderung menurun, ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka. Upaya pelonggaran moneter akan didukung oleh langkah-langkah lain berupa penguatan sektor keuangan, termasuk peningkatan sistem pengawasan perbankan dan efektivitas serta efisiensi sistem pembayaran. Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan tercipta optimisme kegiatan dunia usaha yang selanjutnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
Pertumbuhan dana secara agregat menurun sesuai dengan pola musiman awal tahun. Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Januari 2009 menurun Rp7,7 triliun menjadi Rp1.746 triliun dari Rp1.753,3 triliun per Desember 2008. 
