|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Jumat, 23 Oktober 2009 11:17 |
|
Jumlah transaksi investasi kian meningkat seiring dengan pulihnya kondisi perkonomian, yang membuktikan bahwa para investor telah memanfaatkan peluang ini dengan baik. Namun demikian, perlu dicermati bahwa masih terdapat beberapa perilaku psikologis investor yang mungkin dapat membahayakan investasi mereka. Perilaku tersebut diantaranya adalah herding, overtrading dan naïve diversification of investment.
Sepanjang tahun 2009, IHSG telah menunjukkan performa yang baik melalui pertumbuhan, sampai hari ini, sebesar 81,20% (per awal Oktober 2009). Citi juga mencatat pertumbuhan investasi yang sangat signifikan. Hal ini menunjukkan kuatnya pemulihan kondisi perekonomian Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Karenanya dapat dikatakan bahwa peluang berinvestasi telah kembali terbuka lebar. “Kondisi perekonomian saat ini memberikan peluang yang baik bagi para investor dalam berinvestasi, namun beberapa perilaku investasi mereka seringkali menjadi penyebab tidak maksimalnya keuntungan yang mereka peroleh.” ujar Harsya Prasetyo, Vice President-Investment Head, Citibank N.A Ketika dihadapkan pada sebuah ketidakpastian, manusia secara alamiah berasumsi bahwa orang lain dengan kondisi serupa akan memiliki ide yang lebih baik dibandingkan dengan ide mereka sendiri. Asumsi inilah yang menyebabkan rendahnya kepercayaan diri investor, sehingga mengakibatkan kecenderungan pembuatan keputusan yang serupa antara orang yang satu dengan yang lainnya. Dalam investasi, perilaku seperti ini dikenal dengan istilah herding. Bagi orang-orang pada umumnya, herding mungkin terlihat seperti perilaku yang tidak masuk akal. Namun akan berbeda halnya dengan sebuah keadaan di mana keberuntungan dan keahlian sama-sama diperhitungkan, seperti halnya dalam perdagangan bursa, di mana herding menjadi suatu hal yang sepertinya memang terjadi secara alamiah. “Beberapa dampak negatif dari perilaku herding ini adalah para investor mungkin saja melakukan jenis investasi yang sebenarnya tidak mereka pahami dan mengambil resiko yang sebenarnya tidak diperlukan. Perlu diingat bahwa suatu investasi yang berhasil di masa lalu, dan atau cocok dengan orang-orang tertentu, belum tentu akan cocok juga bagi orang yang lain,” kata Harsya mengingatkan. Sebagai tambahan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lopes (1987) mengindikasikan bahwa saat keahlian dan keberuntungan diperlukan secara bersamaan, maka ia akan mempunyai keinginan yang lebih tinggi untuk memegang kendali. Keinginan untuk memegang kendali disalurkan melalui frekuensi transaksi yang terlalu sering. Namun, sebuah penelitian pada 60 ribu investor dalam kurun waktu enam tahun yang dilakukan oleh Barber and Odean, memperlihatkan bahwa menjadi terlalu aktif dalam bertransaksi dapat memberatkan index sampai 60 basis points sebelum biaya transaksi. Ironisnya, biaya transaksi dapat memangkas 240 basis points dari performa portfolio tersebut. Penelitian ini memperlihatkan bahwa walaupun berlebihan dalam bertransaksi adalah hal yang sangat manusiawi, hal itu dapat membatasi keuntungan dari berinvestasi. Perilaku beresiko yang ketiga adalah kecenderungan investor dalam menyederhanakan pola diversifikasi investasi mereka. Bernartzi and Thaler menyimpulkan bahwa para investor seringkali menyederhanakan diversifikasi dengan membagi rata jumlah investasi mereka atas setiap produk, tanpa mempertimbangkan jenis dari investasi tersebut. ”Naive diversification seperti ini dapat membuat investor memegang portfolio yang belum cukup tingkat diversifikasinya. Selain dapat mengarahkan investor untuk memiliki produk investasi dengan tingkat korelasi yang tinggi, perilaku seperti ini juga dapat menyebabkan investor harus menanggung resiko portfolio yang sebenarnya di luar batas kemampuan mereka,” ujar Harsya. Kesempatan untuk berinvestasi akan selalu terbuka, selama para investor mampu berinvestasi secara bertanggung jawab. “Citi sangat memahami kondisi psikologis para investor ini, dan oleh karenanya selalu menjalankan risk-profiling sebelum memulai jenis investasi apapun,” ujar Meliana Sutikno – Vice President, Retail Bank Head, Citibank N.A.. Citibank terus berusaha memenuhi kebutuhan para nasabahnya dengan cara yang inovatif dan kreatif. Citibank menyediakan paket investasi melalui Model Portfolio dan CRIP.
Sumber: Swa.co.id
|
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Minggu, 18 Oktober 2009 08:49 |
|
Citibank terpilih sebagai Penerbit Kartu Kredit Terbaik, Penerbit Kartu Paling Terpercaya dan Kartu Kredit Premium Terbaik di Asia Tenggara, sebagai bagian dari Lafferty Asia Payment Cards Awards 2009. Penyelenggaraan penghargaan Lafferty ini merupakan yang pertama kalinya di kawasan Asia Tenggara. Selain independen, penghargaan ini juga didasarkan pada jajak pendapat 5.000 konsumen yang memegang dan menggunakan kartu pembayaran di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Selain itu, Citibank juga meraih penghargaan di Indonesia untuk Kartu Kredit Premium Terbaik dan Inovasi Produk Terbaik untuk kartu kredit CitiCash Back. Di Malaysia Citi meraih predikat Penerbit Kartu Terbaik, Program Rewards Terbaik untuk Citibank World Privileges, dan Inovasi Produk Terbaik untuk kartu kredit Citibank-Shell. Di Filipina, meraih Produk Baru Terbaik untuk kartu kredit Citibank-Rustan, sedangkan di Singapura sebagai Produk Baru Terbaik untuk kartu kredit Citibank Dividend Signature. Shirish Apte, CEO Citi Asia Pasifik, mengatakan Citi akan terus berkomitmen memenuhi kebutuhan spesifik nasabah, menyajikan pengalaman unik serta perlindungan ketika mereka menggunakan kartu Citibank. Para konsumen juga memberikan pengakuan atas teknologi mutakhir yang bank ini gunakan untuk meningkatkan interaksi mereka dengan kami. “Tanggapan dari nasabah akan memicu kami untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan dan menjadi kartu pilihan mereka di wilayah ini,” katanya. Jajak pendapat konsumen ini menggunakan metodologi riset online di mana para responden diminta untuk menilai produk kartu yang dikeluarkan di negara mereka, kartu yang mereka miliki dan produk produk yang mereka ketahui. Penghargaan regional ini didasarkan pada rata-rata yang diambil dari penilaian individual konsumen di setiap negara. “Kemenangan Citibank secara regional adalah hasil dari tingginya peringkat Citi di setiap negara, sebab penghargaan regional ini didasarkan pada penilaian rata-rata di tiap negara. Citibank jelas merupakan penerbit kartu dengan positioning terbaik di Asia Tenggara yang menawarkan produk kartu yang lengkap dan tersegmentasi dengan baik,” ungkap Michael Lafferty, Chairman Lafferty Group
Sumber: Swa.co.id
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Kamis, 15 Oktober 2009 08:15 |
 Pekan lalu merupakan momen pembuktian keperkasaan rupiah. Setelah hampir 5 pekan rupiah berfluktuasi di bawah Rp10.000, mata uang yang tercatat berkinerja terbaik di Asia itu berhasil membukukan rekor penguatan tertinggi dalam setahun terakhir.Rupiah mampu melenggang ke Rp9.360 per dolar AS. pada pe…
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Rabu, 14 Oktober 2009 07:11 |
|
Tren kenaikan harga emas per tahun minimum 20 persen menjadi acuan pilihan investasi terbaik disaat fluktuasi dolar yang tidak stabil, kata Staf Marketing PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk Ferdi Suryana di Jakarta, Rabu.
Selama tiga tahun terakhir, harga emas cenderung naik. Pada tahun 2007 harga emas Rp 184 ribu per gram, kemudian tahun 2008 naik menjadi Rp 269 ribu per gram, sedangkan kenaikan emas hingga Januari 2009 sebesar Rp 311 ribu per gram. "Dilihat dari tahun 2000 hingga sekarang, tren harga emas cenderung mengalami kenaikan terus menerus, dan dapat dijadikan pilihan tepat untuk investasi," kata Ferdi di Jakarta, Rabu. Berdasarkan data PT ANTAM Tbk, kenaikkan harga emas pada tahun 2000 hingga bulan Januari 2009 meningkat Rp 244 ribu per gram atau sebesar 364,17 persen.
Ferdi mengatakan investasi emas menjadi pilihan paling aman di tengah kondisi perekonomian dunia yang naik turun. Dalam perdagangan hari ini, PT Aneka Tambang Tbk membuka harga emas sebesar Rp 320 ribu per gram.
"Harga ini cocok untuk masyarakat mulai membeli dan menginvestasikan dananya dalam bentuk emas," katanya. Sementara itu, tren investasi logam mulia seperti emas di masyarakat, kata Fredi, masih sangat kurang.
"Masyarakat masih belum banyak mengenal investasi emas karena menganggap repot dalam penyimpanannya, dan lebih banyak yang tergiur oleh iming-iming hadiah dari pihak-pihak penawar investasi lain," katanya. Ferdi menambahkan bahwa di Indonesia masih minim infrastruktur yang dapat menjadi perantara investasi emas.
"ANTAM sendiri saat ini bekerja sama dengan Bursa Berjangka Jakarta, namun kami rasa masih kurang agresif," katanya.(*)
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Selasa, 13 Oktober 2009 18:58 |
Di musim luruh bunga seperti sekarang, bank-bank menggeber kucuran kredit pemilikan rumah (KPR). Mereka pun berlomba menawarkan berbagai pemanis demi memikat calon debitur. Agar tak salah pilih, tentu calon nasabah KPR harus cermat memilih.
Pertama, pilihlah bank yang punya divisi khusus KPR. "Ini akan menjamin kenyamanan dan keamanan nasabah," saran Mike Rini dari kantor perencana keuangan Mike Rini & Asociates.
Kedua, perhatikan bunga KPR tersebut. Maklum, besarnya patokan bunga ini sangat menentukan besar angsuran tiap bulan. Ada baiknya Anda memilih bank yang mengutip bunga rendah. Biasanya, bank juga menetapkan bunga tetap (fixed rate) selama beberapa tahun pertama dan bunga mengambang (floating rate) sesuai dengan bunga pasar di tahun-tahun berikutnya.
Jangan lupa tanyakan besaran bunga yang berlaku untuk nasabah lama. Dengan mengetahui selisih bunga antara nasabah baru dan nasabah lama, Anda bisa membandingkan patokan bunga bank bila bank sudah memberlakukan floating rate atau ada tren kenaikan suku bunga.
Direktur Bisnis UOB Buana Safrullah Hadi Saleh menuturkan, biasanya bank menetapkan jatuh tempo berlakunya floating rate. "Nasabah harus mengikuti kesepakatan yang dibuat di awal," katanya.
Ketiga, perhatikan berbagai biaya yang ditetapkan bank dalam penyaluran KPR. "Sebab, biaya ini harus dibayarkan oleh calon debitur sebelum kredit cair," ajar Mike. Biaya yang lazim dibebankan bank dalam penyaluran KPR, antara lain biaya administrasi, provisi, biaya notaris, dan biaya asuransi.
Keempat, perhatikan pula fasilitas kredit. Anda harus menanyakan adanya opsi pelunasan, baik sebagian atau seluruhnya. Simak juga tentang kemungkinan fasilitas over kredit. Jangan lupa, tanyakan biaya penalti yang dikenakan bank plus sistem perhitungannya. Ada bank yang mematok biaya penalti berdasar nilai pelunasan atau sisa kredit. "Nasabah harus cerdik menghitung biaya ini," ajar Mike.
Namun, sebelum menjatuhkan KPR, tetapkan rumah dan lokasi rumah sesuai dengan kriteria Anda. Jangan memilih lokasi rumah yang terlalu jauh, karena itu akan memberatkan keuangan Anda. (KONTAN/Dyah Megasad)
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Selasa, 13 Oktober 2009 16:18 |
Bank Mandiri masih kokoh di peringkat pertama sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia. Nilai aset bank pelat merah ini per Agustus 2009 mencapai Rp 346,124 triliun atau naik dari Rp 349,181 triliun dibandingkan setengah tahun sebelumnya.
Sementara itu, Bank CIMB Niaga berhasil menggeser Bank Danamon dari peringkat 5 dari daftar 10 besar bank dengan aset terbesar per Agustus 2009 yang di rilis Bank Indonesia, kemarin.
Selain itu, Bank Rakyat Indonesia juga berhasil mempertahankan posisinya di peringkat kedua dari kejaran Bank Central Asia. BRI merebut posisi kedua dari BCA pada Desember 2008. Total nilai aset 10 bank pada Agustus 2009 naik menjadi Rp 1.514,444 triliun dibandingkan aset pada Desember 2008, Rp 1,437,567 triliun.
Mayoritas bank yang termasuk ke dalam daftar ini mengalami kenaikan aset, kecuali Danamon dan Citibank yang justru turun.
Berikut daftar 10 Bank dengan aset terbesar di Indonesia : 1. PT Bank Mandiri Tbk Rp 346,124 triliun. 2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Rp 268,700 triliun, naik dari Rp 250,134 Desember 2008. 3. PT Bank Central Asia Tbk Rp 266,202 dari Rp 246,702 triliun (Desember 2008). 4. PT Bank Negara Indonesia Tbk Rp 204,364 triliun dari Rp 200,974 triliun. 5. PT CIMB Niaga Tbk Rp 100,496 triliun dari Rp 69,305 triliun. 6. PT Bank Danamon Indonesia Tbk Rp 97,161 turunn dari Rp 104,842 triliun. 7. PT Pan Indonesia Bank Tbk Rp 69,671 triliun dari Rp 63,628 triliun. 8. PT Bank Permata Tbk Rp 54,381 dari Rp 54,220 triliun. 9. PT Bank Internasional Indonesia Tbk Rp 54,291 triliun dari Rp 54,068 triliun. 10. Citibank NA Rp 53,055 triliun dari Rp 53,503 triliun.
|
|
|