|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Senin, 14 Desember 2009 19:42 |
Kebiasaan menabung orang Indonesia ternyata dari tahun ke tahun tidak berubah. Hanya 47 persen orang Indonesia yang sudah mulai menabung, serta hanya 29 persen yang taat kepada anggaran belanja yang dibuatnya. Demikian hasil Citi Financial Quotient Survey (Survey Kecerdasan Finansial) yang dilakukan setiap tahun.
Sebagai bagian untuk mengedukasi finansial bagi masyarakat Indonesia, Citi telah menayangkan program Uang Anda selama tiga tahun terakhir ini. Menurut Vice President Corporate Affairs Head Citibank N.A Sonitha Poernomo, pemirsa memberikan tanggapan positif dengan memberikan pertanyaan via email telah mencapai jumlah 150 email.
Dari pertanyaan yang masuk selama tiga tahun terakhir, sebut Sonitha, pertanyaan yang paling umum dan sering adalah: Bagaimana saya bisa menabung dengan pendapatan yang pas-pasan? Bagaimana cara berinvestasi? Apa yang paling menguntungkan? Bagaimana memulai usaha dan usaha apa yang paling cocok untuk saya? Menurutnya, ada 10 cara mudah menabung:
1. CATAT KEBIASAAN ANDA DALAM SEBULAN Anda tidak perlu kaya raya untuk bisa menabung. Sebenarnya menabung itu sangat mudah, selama pengeluaran Anda lebih kecil dari pendapatan. Sebelum Anda memutuskan untuk menghemat pengeluaran yang mana, Anda harus tahu bagaimana kebiasaan Anda dalam mengeluarkan uang setiap bulannya.
Untuk itu cobalah mulai bulan depan untuk mencatat pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Gunakan buku kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Jangan kaget kalau ternyata kebiasaan ngopi yang hanya Rp 25.000 per minggu, sebenarnya bisa mencapai Rp 2 juta setahun. Jika Anda menemukan hal-hal seperti ini, maka berhematlah dengan cara membuat kopi sendiri atau biasakan membawa botol air minum kemanapun Anda pergi. Begitu juga dengan pengeluaran yang lain, untuk beli baju tunggu saja waktu ada SALE dan tentukan batas anggaran yang bisa digunakan saat belanja.
2. SISIHKAN UANG UNTUK ANDA PRIBADI Kunci kesuksesan menabung adalah untuk menyisihkan uang di awal, sebelum pembayaran hal-hal lain seperti membayar listrik, air dan cicilan. Tentukan tujuan jangka panjang dan secara reguler tabunglah uang Anda dalam tabungan ataupun investasi.
Jika Anda terbiasa untuk berbelanja dan baru berusaha menabung setelah ada sisa uang di akhir bulan, maka umumnya sisa uang yang ada di rekening Anda tidak banyak.
Jangan beri kesempatan untuk boros, siapkan dana hari tua, dana darurat, dan dana kuliah dengan cara automatic transfer. Setiap akhir bulan Anda akan merasa senang bahwa Anda sudah menyimpan sesuatu untuk masa depan.
3. TENTUKAN TANGGAL Jika Anda mendapat gaji bulanan maka tidak akan bermasalah untuk menentukan tanggal untuk menyisihkan dana, tapi bagi Anda yang menerima upah/gaji tiap dua minggu, maka tentukan satu dari dua tanggal tersebut untuk menyisihkan dana yang akan ditabung. Jika Anda wirausahawan, tentukan tanggal di tengah bulan di saat Anda tidak membayar tagihan-tagihan.
4. BAYARLAH UTANG ANDA Segera melunasi utang adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat Anda dalam menabung. Hal ini disebabkan karena bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga tabungan.
5. JAGA TERUS DISIPLIN ANDA Setelah utang terbayar, maka teruslah sisihkan dana setiap bulannya ke tabungan, bahkan lebih baik lagi jika tersedia penarikan otomatis untuk dimasukkan ke investasi.
6. MOTIVASI DIRI ANDA UNTUK MENCAPAI HASIL YANG BESAR Tentukan apa yang Anda inginkan (Sofa Baru, Paket Liburan Keluarga, Home Theatre) dan ketahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan, kemudian tentukan cara yang realistis seperti menabung reguler selama enam bulan.
Letakkan gambar yang menunjukkan apa yang Anda impikan di meja kerja, kamar ataupun dompet agar Anda selalu ingat tujuan Anda menabung. Jadi tiap kali ada godaan diskon ataupun SALE di mal, Anda tidak mudah tergoda.
7. BUKA REKENING YANG TIDAK BISA ANDA SENTUH Untuk pembelian dengan jumlah yang lebih besar, seperti down payment untuk rumah atau mobil, menabunglah perlahan dengan memanfaatkan deposito. Rekening ini umumnya memiliki tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, dan jangka waktu yang periodenya telah ditentukan. Dengan demikian Anda tidak dapat menyentuhnya saat ada godaan untuk berbelanja, namun tetap dapat dicairkan saat terjadi keadaan darurat.
8. GUNAKAN CELENGAN ATAU TOPLES UNTUK KOIN ANDA Uang dalam bentuk koin sering dianggap tidak penting, padahal jika dikumpulkan sesuai dengan pepatah “sedikit sedikit lama lama menjadi bukit” Di saat toples atau celengan penuh bisa menambah jumlah tabungan Anda atau dapat digunakan untuk kebutuhan seperti membeli buku tulis anak, hadiah kecil dan lain-lain.
9. KANTONGI BONUS & KEJUTAN LAINNYA Setiap kali Anda menerima bonus atau hadiah dalam bentuk tunai, langsung masukkan ke rekening tabungan. Uang ini bukan bagian dari penghasilan reguler Anda, sehingga jangan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Anda dan simpanlah. Jika Anda memiliki utang, gunakanlah dana ini untuk melunasi utang Anda. 10. BIASAKAN HIDUP HEMAT Terdapat banyak cara untuk berhemat tanpa harus menderita. Bawalah makanan dan air minum dari rumah, gunakan transportasi umum, berhenti merokok, berlibur di saat yang tidak padat (low season), manfaatkan diskon agar memperoleh barang yang Anda “butuhkan” dengan lebih murah, dan masih banyak lagi.
Editor: Edj
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Senin, 14 Desember 2009 19:40 |
Investor, perusahaan sekuritas, dan pengelola bursa pada akhir tahun 2011 dapat melakukan seluruh proses transaksi jual-beli saham secara otomatis di Bursa Efek Indonesia. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi perdagangan serta perlindungan terhadap investor.
Demikian disampaikan Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nurhaida di Solo, Sabtu (12/12).
Dijelaskan, sistem yang dinamai Straight Through Processing (STP) ini membuat seluruh proses transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan secara otomatis. Hal tersebut dimungkinkan karena seluruh sistem perdagangan perusahaan sekuritas, BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) diintegrasikan.
Sistem perdagangan secara otomatis ini diharapkan dapat menghilangkan adanya intervensi manual dan input ulang data, seperti yang masih terjadi saat ini.
”Ini mengurangi risiko operasional sejak terjadinya pesanan hingga proses penyelesaian,” kata Nurhaida.
Sistem STP juga meningkatkan efisiensi biaya dan mempercepat proses perdagangan. Penyelesaian transaksi efek bisa dilakukan lebih cepat, yaitu dari tiga hari setelah transaksi (T+3) menjadi dua hari setelah transaksi (T+2), atau sehari setelah transaksi (T+1).
Proyek terbesar
STP adalah proyek terbesar Bapepam-LK, BEI, KSEI, dan KPEI untuk memenuhi tuntutan pasar akan peningkatan kapasitas dan efisiensi perdagangan saham, serta perlindungan investor. Selain itu, STP juga untuk menjawab perkembangan sistem perdagangan secara online.
”Untuk menyelesaikan proyek ini, kami harus menyelesaikan 47 proyek lainnya terlebih dahulu, antara lain penerapan identitas tunggal bagi setiap investor (singel ID),” kata Nurhaida, yang mengaku belum dapat menyebutkan dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.
Namun, menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Keanggotaan BEI Wan Wei Yiong, untuk meningkatkan sistem teknologi informasi BEI selama tiga tahun ke depan disiapkan anggaran Rp 100 miliar.
Anggaran tersebut, kata Wan, sudah termasuk penyelesaian sistem STP dan peningkatan kapasitas Jakarta Automatic Trading System Next Generation (JATS Next-G).
Saat ini, JATS Next-G hanya mampu menjalankan 500.000 transaksi dan 1 juta order per hari. Tahun 2010 kapasitas JATS Next-G akan ditingkatkan menjadi 2,5 juta transaksi dan 5 juta order per hari. (REI)
Editor: tof
Sumber : Kompas Cetak
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Senin, 07 Desember 2009 11:30 |
Badan Stabilitas Keuangan yang dibentuk menteri-menteri keuangan dalam G-20 telah membuat daftar berisi 30 lembaga keuangan dan bank bertaraf internasional yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan keuangan global akibat kekacauan yang berpotensi dilakukan oleh bank dan lembaga keuangan itu. ”FSB (Financial Stability Board/Badan Stabilitas Keuangan) telah memasukkan 30 bank dan lembaga keuangan sebagai sumber krisis sistemik karena wilayah kerjanya yang mendunia sehingga tergolong dalam perusahaan yang too big too fail (terlalu besar untuk gagal). Perilaku pemegang saham dan kebijakan manajemennya masuk dalam pengawasan,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (2/12).
Pada laporan Financial Times ada 24 bank dan 6 lembaga asuransi multinasional yang masuk dalam daftar FSB. Mereka tersebar di Inggris, Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.
Ke-24 bank itu adalah Bank of America Merrill Lynch (BAC), Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, Royal Bank of Canada, Barclays, HSBC, Royal Bank of Scotland, Standard Chartered, Credit Suisse, dan UBS AG. Selain itu juga ada BNP Paribas, Société Générale (Perancis), BBVA (Spanyol), Santander (Spanyol), Mitsubishi UFJ, Mizuho, Nomura, dan Sumitomo Mitsui (Jepang).
Lalu ada Banca Intesa dan UniCredit (Italia), kemudian Deutsche Bank (Jerman), serta ING Group (Belanda). Adapun enam kelompok usaha asuransi adalah Aegon, Allianz, Aviva, Axa, Swiss Re, dan Zurich. ”Dalam pengawasan FSB, bank dan lembaga keuangan itu harus memiliki living will (keinginan untuk hidup). Sebab, kalau ada kesulitan, mereka harus menyelesaikan sendiri masalahnya sebelum meminta bantuan kepada pemerintah masing-masing,” ujar Sri Mulyani.
Secara terpisah, Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, stabilitas sistem keuangan domestik akan tetap terjaga.
Hal itu ditandai dengan rasio kecukupan modal yang rata-rata ada di level 17,7 persen dan kredit berkinerja rendah yang kurang dari 5 persen. BI juga memberlakukan Giro Wajib Minimum sekunder sebesar 2,5 persen sejak 24 Oktober 2009. (OIN)
Editor: Edj
Sumber : Kompas Cetak
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Senin, 07 Desember 2009 10:29 |
|
Menjelang tutup tahun, emas seakan tak pernah lelah mencetak rekor harga baru. Hingga pukul 19.00 WIB kemarin (3/12), harga kontrak emas di divisi Comex NYMEX Amerika Serikat (AS) telah menginjak angka 1.219 dollar AS per troy ounce.
Setidaknya, ada dua faktor fundamental yang mengakibatkan harga emas kian berkemilau. Pertama, aksi beli emas dari investor ritel maupun negara. Setelah China dan India, negara kecil seperti Pakistan sudah mengganti sebagian cadangan devisa dari dollar AS menjadi emas.
"Yang terdeteksi jumlahnya lebih dari satu ton," ujar Martono, Manajer Pemasaran Logam Mulia, kemarin. Padahal jika mau menelusuri, banyak negara maupun ribuan investor ritel yang telah mengantongi emas.
Kedua, pelemahan nilai tukar dollar AS. Kondisi ini mengakibatkan ongkos membeli emas yang berbasis dollar AS semakin murah. Ya, nilai tukar dollar AS memang tersungkur karena investor menggunakan greenback sebagai aksi carry trade.
Para pemodal memanfaatkan rendahnya bunga pinjaman AS, dan mengalihkannya pada barang komoditas, termasuk emas. "Kondisi ini mengakibatkan harga emas terus menguat dalam kurun beberapa bulan ke depan," ujar Nico Omer Jonckheere, Vice President Valbury Asia Futures.
Meski harga emas mulai mengalami jenuh beli (overbought), analis belum melihat potensi bubble atau jatuhnya harga emas. Sebab, bila membandingkan tingkat inflasi tiap tahun, harga emas jauh di bawah rasionya.
Sebagai perbandingan, harga emas pada tahun 1980 masih 850 dollar AS per troy ounce. Bila mengikuti inflasi hingga 2009, seharusnya harga emas mencapai 2.300 dollar AS per troy ounce. "Setiap persen kenaikan inflasi diikuti kenaikan harga emas yang sama," ujar Martono.
Nico meramal, harga emas akan terus menguat hingga 1.350 dollar AS per troy ounce pada kuartal pertama 2010. "Harga emas baru turun pada kuartal kedua 2010," imbuhnya. Alat ukur pergerakan harga emas adalah penguatan atau penurunan dollar AS. (Ade Jun Firdaus/Kontan)
Sumber: Kompas.com
|
|
Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Senin, 07 Desember 2009 10:27 |
Dalam pasar keuangan, trading dengan pattern sudah tidak asing lagi. Banyak pelaku pasar yang memperhatikan pattern atau pola-pola harga dalam melakukan transaksi. Buku-buku mengenai trading pun banyak yang membahas tentang pola-pola harga.
Pasti anda sering mendengar tentang pola Head and Shoulder, Double Top, Double Bottom, Flag, Wedge, Triangle, dsb. Dan pola-pola ini banyak digunakan pelaku pasar untuk melakukan posisi jual atau beli. Pola-pola ini terbentuk juga karena hasil jual-beli para pelaku pasar.
Pola-pola harga memberikan indikasi atau kemungkinan kemana harga akan bergerak ke depannya. Ada pola yang mengindikasikan kemungkinan harga akan berbalik arah (reversal) ada juga pola yang mengindikasikan kemungkinan tren akan berlanjut.
Double Top atau Bottom, merupakan pola-pola yang mengindikasikan kemungkinan reversal. Mengapa demikian? Sebagai contoh pola Double Bottom, kita dapat melihat bahwa harga yang bergerak ke bawah namun tidak dapat meneruskan penurunannya karena banyaknya pembeli (buyer) yang membeli di harga bawah. Harga kemudian berbalik naik.
Tapi di atas sudah menunggu penjual (seller) yang siap menjual kembali dan mengakibatkan harga turun kembali mendekati harga terendah sebelumnya dan sekali lagi buyer masuk ke pasar membeli pada harga mendekati harga terendah tersebut. Harga pun kembali naik. Ini mengindikasikan kekuatan harga untuk turun semakin berkurang. Nah, ada indikasi harga akan berbalik arah dan rebound.
Pola Double Top atau Bottom dapat kita gunakan untuk memberikan sinyal untuk membuka posisi sell ataupun buy. Tentunya dengan membatasi resiko kita dengan meletakkan stop loss di sekitar area Double Top atau Bottom. Perhatikan gambar.
1. Double Bottom mulai terbentuk pada gambar 1. Titik 1 dan 2 merupakan Double Bottom-nya. Sinyal untuk reversal atau buy mulai terbentuk.
2. Kita perhatikan Double Bottom membentuk area resisten pada saat harga rebound dari titik 1, sebelum akhirnya turun kembali ke titik terendah ke-2. (gambar 2)
3. Kita dapat membuka posisi buy pada saat harga menembus area resisten. Stop loss kita letakan sedikit di bawah bottom terendah (1 atau 2).Sementara target profit dapat kita hitung dengan cara mengukur jarak antara titik bottom 1 dengan area resisten. Jadi misalnya jarak antara titik bottom 1 dengan area resisten sekitar 40 pip, kita dapat meletakan target profit sekitar 40 pip. (gambar 3)
Pola Double Top pun dapat diperlakukan sama dengan Double Bottom, hanya saja pola Double Top untuk memberikan sinyal reversal harga akan jatuh atau terkoreksi. Dalam melakukan transaksi dengan menggunakan metode atau strategi apapun, jangan lupa untuk memperhatikan berapa resiko yang dapat kita terima. Karena semua metode atau strategi hanya (AT/Senior Research & Analyst Monex)
Editor: Edj
Sumber : www.mifx.com
|
|
|