Peringkat BCA Finance AA-

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,62/">Administrator</a>   
Kamis, 22 Januari 2009 18:12

JAKARTA (Bisnis.com) : Lembaga Fitch Ratings hari ini mengumumkan peringkat nasional jangka panjang PT BCA Finance pada level AA-. Prospek dari peringkat ini adalah stabil.

Peringkat ini mencerminkan kuatnya dukungan dari perusahaannya induknya yaitu PT Bank Central Asia Tbk. Fitch menilai dukungan BCA terjadi bentuk penggunaan nama, pembiayaan provisi, kebijakan provisi, dan dukungan operasional.

Lembaga pemeringkat itu memaparkan tingkat margin bunga bersih yang rendah tak menghalangi BCA Finance memperoleh kinerja yang bagus. Selama sembilan bulan pertama tahun lalu, tingkat pengembalian terhadap aset� (return on asset/RoA) BCA Finance mencapai 15,2%.

Saat ini, perusahaan pembiayaan dihadapkan pada tekanan suku bunga yang sempat mengalami kenaikan ketika pasar keuangan sedang bergejolak. Beruntung, BI berupaya terus menekan tingkat bunga BI Rate dan sekarang berada pada level 8,75%.(mmh)

 

Sumber : Bisnis.com

 

Bursa Siap Terapkan Auto Rejection Baru

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,62/">Administrator</a>   
Kamis, 22 Januari 2009 18:09

JAKARTA (bisnis.com): Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan parameter penolakan otomatis (autometic rejection) dengan struktur baru mulai Senin depan.

Direktur Perdagangan Saham M.S. Sembiring menilai keadaan pasar sudah normal meski masih fluktuatif.

"Pelaku pasar sudah mulai rasional, tingkat kepanikan menurun. Karena itu kami akan menerapkan parameter auto rejection baru mulai pekan depan," tuturnya kepada pers di Gedung BEI hari ini.

Parameter yang baru itu menetapkan rentang pergerakan saham dibatasi simetris untuk batas atas dan bawah sebesar 35% untuk saham dengan harga Rp200 atau kurang, lalu 25% untuk harga saham Rp200-Rp5.000 dan 20% untuk Rp5.000 ke atas. Struktur baru ini berlaku untuk semua saham di papan perdagangan.

Menurut dia, batas auto rejection dikelompokkan berdasarkan harga saham agar tidak menggangu likuiditas dan transaksi saham tersebut.

Sampai hari ini, bursa masih menerapkan batas auto rejection secara unsimetris 20% untuk batas atas dan 10% untuk batas bawah. Parameter ini diberlakukan sejak awal Oktober 2008 menyusul fluktuasi harga saham secara signifikan akibat krisis keuangan global. Batas bawah dikurangi menjadi 10% untuk menahan kejatuhan harga saham dan IHSG.

Sebelumnya bursa menerapkan batasan unsimetris yang berbeda-beda tergantung nilai transaksi harian dan kapitalisasi pasar emiten. (tw)

Sumber : Bisnis.com

 

Krisis Ubah Perilaku Konsumen

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,62/">Administrator</a>   
Kamis, 22 Januari 2009 17:56
krisisKrisis keuangan global mungkin telah memaksa banyak orang menunda liburan impiannya. Namun, konsumen rupanya masih mau membelanjakan uang untuk barang yang dianggap penting, yaitu produk kecantikan dan perawatan kesehatan. Sebuah survei internasional oleh perusahaan riset pasar, Synovate, memperlih…
 

Saatnya Berhemat

Ditulis oleh <a href="http://detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,2/task,userProfile/user,62/">Administrator</a>   
Kamis, 22 Januari 2009 17:54

Penghematan selama ini selalu diidentikkan dengan pengurangan biaya, pemangkasan pos pengeluaran. Istilahnya mengencangkan ikat pinggang. Penghematan juga lebih sering dihubungkan dengan sikap pelit. Tidak heran banyak orang yang alergi dengan kata itu dan menganggapnya memalukan.

Bahkan jika dilakukan dalam kerangka perencanaan keuangan sekalipun, orang tetap saja enggan melakukan penghematan. Tampaknya ide mengurangi pembelanjaan demi meningkatkan kekuatan menabung nyaris mustahil diterapkan.

Padahal uang hasil penghematan bisa dialokasikan untuk mempersiapkan masa depan yang sejahtera. Karena itu harus dijaga agar jangan sampai berlebihan dalam melakukannya sehingga Anda tidak terjebak dalam kekikiran.

Coba Anda jawab pertanyaan ini untuk mengetahui apakah Anda termasuk tipe pembelanja yang hemat atau sebenarnya pelit. Mobil Anda akhirnya benar-benar rusak, sudah tidak bisa dipakai lagi. Apa yang akan Anda lakukan?

A. Mulai mencari berbagai model mobil yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet Anda dan membandingkan kelebihan dan kekurangannya satu sama lain. Ketika sudah menjatuhkan pilihan, Anda berusaha mencari penawaran harga mobil dan pembiayaan terbaik.

B. Mencari mobil bekas yang masih bergaransi dengan indikator kilometer terpendek, sehingga tidak perlu keluar banyak uang untuk mengendarai mobil baru.

C. Bersepeda atau naik bus, walaupun menyulitkan mobilitas Anda dan sebenarnya Anda mampu membeli mobil.

Jawaban yang Anda pilih bisa mengindikasikan kecenderungan sikap hemat atau pelit. Jika Anda memilih jawaban A, artinya Anda cukup cermat mengatur uang dan bangga dengan hal itu. Sementara jika Anda memilih jawaban B, maka untuk hal tertentu Anda berhemat sedikit lebih banyak dari yang seharusnya, tetapi secara umum tidak pelit.

Nah, kalau Anda memilih jawaban C, tampaknya Anda memiliki alasan yang benar-benar kuat sehingga mau melewati batas kenyamanan, hati-hati Anda bisa dicap pelit.

Orang bilang hemat dan pelit beda tipis. Walaupun penghematan bertujuan baik, ia dengan mudahnya berubah menjadi 'terlalu hemat' yang berujung kekikiran dengan segala keburukannya. Namun, ini sangat bergantung pada bagaimana penghematan yang Anda lakukan membawa dampak baik atau buruk pada orang lain.

Hemat atau pelit terkadang juga bergantung pada bagaimana kita memandangnya. Misalnya, pandangan skeptis menyatakan bahwa pelit sebenarnya sebutan untuk orang hemat, apalagi jika perilakunya tersebut kurang disukai atau berlawanan dengan kebiasaan umum, orang-orang di sekitarnya atau lingkungannya.

Meskipun begitu pada dasarnya sikap hemat bisa jadi dan sering kali menjadi sebuah kebajikan, sebab menjaga Anda untuk bersikap hati-hati dan tidak boros dengan uang Anda.

Kekikiran adalah sifat buruk dan menghembuskan unsur jahat. Kata pelit sendiri 'menyiratkan pertanda kurangnya kedermawanan'. Pelit sering kali meminta atau menyimpan untuk kepentingan diri sendiri ketika kebanyakan orang justru terdorong untuk memberi.

Cegah kekikiran

Sifat pelit tidak pernah menjadi urusan diri sendiri tanpa membawa dampak pada lingkunganya. Garis besarnya begini, 'hemat adalah tindakan yang perlu saya lakukan untuk memiliki gaya hidup sesuai dengan kemampuan saya, sedangkan kikir adalah memaksa orang lain untuk mengikuti penghematan ala saya.'

Kalau kita amati tindakan kekikiran yang dilakukan oleh orang yang pelit seringkali terbukti merugikan orang lain. Seseorang yang kikir bisa pingsan jika harus memberikan tips kepada pelayan, berusaha keras mengembalikan barang-barang yang dibelinya setelah memakainya dan hobinya mengingatkan orang pada sedekah yang telah dia berikan.

Dia melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya dan orang lain yang membayarnya. Kalaupun bersedekah dia memastikan orang lain mengingatnya.

Tidak bisa dipungkiri, dorongan untuk berhemat bisa ditunggangi dengan kekikiran. Untuk mencegahnya masukkanlah penghematan dan kedermawanan ke dalam bujet Anda. Syaratnya adalah dengan melakukan prioritas penggunaan uang agar total pembelanjaan tidak lebih dari penghasilan kita, inilah konsep berhemat yang sesungguhnya.

Dengan prioritas, kita menyaring apa yang perlu kita bayar dan mana yang kita tinggalkan. Termasuk anggaran beramal sekalipun perlu dianggarkan. Sebab nyaris tidak mungkin bagi Anda untuk mendermakan semua uang.

Saat seseorang menuduh Anda pelit, atau Anda sendiri merasa ragu apakah Anda memang benar seperti yang dituduhkan. Yang harus Anda pahami adalah bahwa pada dasarnya segala sesuatu memiliki definisi. Karena itu ada garis yang jelas yang membatasi antara melakukan penghematan dan pelit. Jika Anda sulit menemukan batasan- batasan tersebut, saran berikut ini mungkin bisa membantu Anda:

Evaluasi konsep kedermawanan. Ingat-ingat kembali kapan terakhir Anda harus berbagi, beramal, atau memberikan uang persenan/tip. Apa yang melatarbelakanginya, apa yang mendorong Anda melakukannya? Selami kembali perasaan Anda saat itu. Bagaimana dengan saat ini, akankah Anda melakukannya dengan cara yang berbeda? Jika Anda dituntun oleh semangat kedermawanan, pilihan Anda seharusnya sejalan dengan kata hati Anda.

Jika Anda merasa gusar, tidak terima, bahkan nyaris naik darah dengan 'konsep kedermawanan', mungkin sudah saatnya Anda mencari jawaban mengapa Anda merasa demikian, kepada apa atau kepada siapa sebenarnya Anda tujukan penolakan tersebut.

Buat perbandingan keadilan. Sudahkah saya berlaku adil? Apakah Anda memperlakukan orang lain sejalan dengan seperti apa Anda ingin diperlakukan? Atau apakah Anda melakukan sesuatu kepada orang lain yang Anda sendiri tidak ingin diperlakukan seperti itu? Apakah orang lain terpaksa harus membayar sementara Anda yang mendapatkan manfaatnya?

Anggaran dan kedua saran di atas mudah-mudah dapat membantu Anda membangun konsep penghematan dan kedermawanan Anda sendiri. Dengannya Anda tetap bisa memprioritaskan apa yang terbaik untuk Anda, tetapi dapat menjauhkan Anda dari segala bentuk kekikiran.

 

Sumber : http://web.bisnis.com/kolom/2id1885.html

 
<< Mulai < Sebelumnya 11 12 13 14 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 14 dari 14

Login

CB Login

 
Baner

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

Links

feed image