Ketika Kita Belum Bisa Meraih Apa Yang Kita Impikan

Kamis, 05 Maret 2009 13:14

motivationSering dalam hidup, kita udah tersaruk-saruk berjuang, eh masih aja kita blom dapet apa yg kita mau.. kayaknya ga fair ya. Nah di saat-saat gitu kita mulai melakukan 'self defeating behaviour', kayak blaming diri kita sendiri, compare weakness kita dengan strength orang laen.. dsb.. pokoknya yang bikin kita malah masuk vicious cycle. I'd say : STOP, man!

Kita bisa lebih baik dari impian terbesar apapun yang kita inginkan, selama kita terus berjuang dan bekerja dengan lebih baik lagi. Best practices, best methods, best knowledge, best attitude, --> apakah check lists ini semua sudah ada tersemat di diri kita? Kayaknya kalo cita2 kita belom kesampaian, berarti ada 1 atau lebih yang belom deh. Dan asyiknya lagi, yang namanya "best of something" itu ga pernah habis, terus evolve, terus berkembang.. jadi hidup tu relatif dong? Yup. Sukses tu relatif dong? Certainly. Karena the best hari ini belom tentu the best esok hari..

Yang lebih aneh lagi, sebenarnya yang melabeli keberhasilan dan kegagalan tu ya otak kita sendiri. Jadi inget sekali cara berpikir Gede Prama (sayang sekarang beliau udah jarang nulis di media), bahwa otak kita sendirilah yang sering menjebak kita. Sungguh aneh jika kita sendiri melihat diri kita masih gagal, masih serba kekurangan, sementara orang lain melihat kita sudah sukses dan punya semuanya... aneh ya dunia ini. Semua nisbi..

Kupikir apa yang dibilang di berbagai majlis ta'lim bahwa jangan terjebak permainan dunia, dunia itu melenakan ya di sini point-nya. Kalau lagi ngotot, manusia sering lupa bersyukur. Kalo target meleset, frustrasi berat. Tapi si manusia yang lagi frustrasi itu malah ga bersyukur kalo masih dikasih oksigen gratis, masih bisa makan, tidur, masih punya orang2 yang menyayangi.. malah manusia sering "memukuli dirinya sendiri". ...

Hmm... jadi kalau kita belum bisa meraih apa yang kita inginkan, berarti saatnya ujian tuh. Saatnya "naik kelas", tapi kita harus belajar dulu. Saatnya menjadi seseorang dengan kaliber yang lebih tinggi, ibarat peluru, berarti pelat baja yang mau kita tembus belum bisa soalnya kaliber kita masih kecil. Jadi ayolah perbesar diri kita dulu, man!

Lucu juga ya.. sering orang mengeluh "gue ga punya waktu", padhal dia melakukan hal2 yang ga perlu dilakukan sepanjang jam kerjanya.. atau orang mengeluh "gue ga punya duit atau modal", tapi dia membelanjakan hal-hal yang sebenarnya ga penting dari penghasilannya.. atau orang mengeluh "gue ga ngerti caranya n males belajar", padahal boro2 belajar, yang namanya ke toko buku and beli buku, atau browsing pengetahuan yang bener2 berguna untuk masalah yang sedang dihadapi aja ga pernah.

So which one do you choose? To be a more humble and noble individual who keeps striving and fighting no matter what, or to be a whiner who blames others and, God forbid, blame yourself. Choose smart, man. Life is short. Keep learning. What you want is just around the corner, if you hang on it!

 

 

Written by: Beta Ismawan

Facebook: http://www.facebook.com/note.php?note_id=78275853312

Comments
Search
wow power leveling  - zfdfsd5   |123.145.176.xxx |2009-07-10 19:44:07
We are sell wow gold and wow power leveling wow gold
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Login

CB Login

 

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

Links

feed image