|
Sabtu, 07 Februari 2009 08:43 |
 Mau jalan-jalan gratis dengan uang jajan 3000 USD? Sekarang mimpi anda bisa jadi kenyataan, Bagaimana caranya?
Visa bagi-bagi uang sebesar 3.000 dollar AS bagi pemegang kartu di Asia Pasifik yang ikut ambil bagian di kompetisi Visa Travel Happy-Dance & Win. Para pemegang kartu tersebut diajak m…
|
|
Senin, 02 Februari 2009 15:13 |
 KUALITAS wine terbaik hingga saat ini masih dipegang oleh wine asal Bordeaux, Prancis. Gunakan indera pengecap, penciuman, dan penglihatan Anda untuk mengenali red wine berkualitas.Segelas anggur merah (red wine) selalu disajikan pada setiap acara resmi dan berkelas para bangsawan Eropa. Tak lengkap…
|
|
Senin, 02 Februari 2009 14:49 |
Knowing others is wisdom, knowing yourself is enlightenment." ~Lao Tzu
Saat memberikan in-house traning di perusahaan penghasil pulp and paper nomor dua terbesar di dunia, yang berbasis di Kerinci, Riau, baru-baru ini, ada peserta yang bertanya. Pak, sebenarnya apa sih yang menjadi dasar untuk menentukan yang mana masuk positive thinking dan mana yang masuk negative thinking?
Jujur, saya cukup kaget saat mendapat pertanyaan seperti ini. Bukan karena saya tidak tahu jawabannya. Namun baru kali ini saya harus berpikir secara mendalam mengenai esensi positive thinking dan negative thinking. Selama ini kita selalu yakin dan percaya bahwa positive thinking adalah pikiran yang positif dan bermanfaat bagi kita. Sedangkan negative thinking adalah pikiran yang negatif dan merugikan diri kita. Kita mengamini hal ini karena ini yang kita pelajari dari berbagai pembicara terkenal, buku-buku pengembangan diri, dan dari berbagai seminar atau workshop.
Setelah diam sejenak untuk berpikir saya lalu menjawab seperti yang saya tulis pada paragraf di atas, Pikiran positif adalah pikiran yang bermanfaat sedangkan pikiran negatif adalah pikiran yang merugikan diri kita
Jawaban saya tampaknya sudah benar. Namun saya sadar bahwa jawaban yang saya berikan masih kurang lengkap. Ada dorongan dalam hati saya untuk memperdalam analisis saya terhadap jawaban yang saya berikan.
Malam hari, saat sendirian di kamar hotel, saya duduk dan memikirkan dengan mendalam pertanyaan yang diajukan peserta tadi siang, Sebenarnya apa yang menjadi dasar untuk menentukan yang mana masuk positive thinking dan mana yang masuk negative thinking?
Saat saya merenungkan pertanyaan ini saya langsung teringat dengan berbagai peristiwa yang telah saya alami dalam hidup saya. Saya juga telah mempraktekkan positive thinking. Teman-teman saya juga begitu. Saya teringat pada artikel yang saya tulis yang berjudul Bahaya Berpikir Positif yang sempat menjadi kontroversi.
Ternyata positive thinking saja tidak cukup untuk bisa meraih sukses. Positive thinking dan negative thinking masih dipengaruhi oleh persepsi dan keterbatassan pola pikir kita sendiri. Apa yang kita yakini sebagai sesuatu yang positif ternyata belum tentu positif. Bisa jadi, kita merasa atau yakin pikiran ini positif karena berdasar pada asumsi atau paradigma berpikir yang salah, yang masih dipengaruhi oleh belief system kita, yang kita yakini sebagai hal yang benar. Jadi kita merasa telah berpikir positif atau positive thinking. Padahal belum tentu yang kita lakukan adalah positive thinking.
Kita harus bergerak dari negative thinking ke positive thinking dan akhirnya mencapai right thinking. Mengapa right thinking? Right thinking adalah mengetahui siapa diri kita yang sesungguhnya, apa tujuan hidup kita yang tertinggi, apa misi hidup kita di dunia ini, dan menyelaraskan diri dengan hukum abadi yang mengatur alam semesta. Right thinking juga berarti kita berpikir dengan dasar Kebenaran dan menjadi dasar dari semua proses dan level berpikir lainnya.
Right thinking berasal dari kesadaran akan kebenaran atau dari realitas yang sesungguhnya dari setiap situasi yang kita hadapi. Right thinking membuat kita mampu melihat segala sesuatu apa adanya, tanpa terpengaruh emosi sehingga kita bersikap netral.
Mungkin sampai di sini anda merasa bingung? Ok, saya beri contoh. Misalnya ada orang yang menghina kita. Apa yang kita lakukan? Kalau negative thinking maka kita pasti akan marah besar. Semakin berkobar emosi kita maka akan semakin negatif kita jadinya. Emosi yang dipicu oleh negative thinking ibarat bensin yang disiramkan ke kobaran api. Kita menyalahkan orang yang telah menghina kita. Pokoknya, orang ini yang salah, titik. Kita, biasanya, akan berusaha mengatasi hal ini dengan menggunakan positive thinking. Apa yang kita lakukan? Kita berusaha berpikir positif, berusaha memaafkan, berusaha mengerti, melakukan reframing, berusaha mengendalikan emosi kita, berusaha mencari hal-hal positif dari kejadian ini.
Bagaimana dengan right thinking? Dengan right thinking kita mencari kebenaran dari apa yang kita alami. Kita harus melampaui belief system kita untuk bisa menggunakan right thinking. Tanyakan kepada diri kita, Kebenaran apa yang terkandung dalam kejadian ini? Saat kita mendapat jawaban dari hati nurani kita dan kita melakukan tindakan berdasar jawaban yang kita peroleh maka pada saat itu kita telah menggunakan right thinking. Right thinking berarti kita menyadari sepenuhnya bahwa kita bukanlah pikiran kita. Kita adalah yang menggerakkan pikiran kita. Kita mencipta realita hidup kita. Kita bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang kita alami, hal yang baik maupun yang buruk. http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Saat seseorang menghina kita, apakah benar bahwa kita yang dihina? Coba tanyakan pada diri kita secara jujur. 粘ebenarnya siapa sih yang dihina? Apakah benar saya dihina? Bagian mana dari diri saya yang merasa dihina?
Kalau kita menggunakan right thinking maka kita sadar bahwa sebenarnya kita tidak dihina. Tidak ada seorang pun yang bisa menghina kita. Yang sebenarnya terjadi adalah kita telah memberikan makna terhadap kejadian itu, berdasar pada asumsi, persepsi, pengalaman hidup di masa lalu, belief system, dan value kita, yang mengakibatkan munculnya emosi negatif. Eleanor Roosevelt dengan sangat bijak berkata, "No one can make you feel inferior without your consent."
OK, anda mungkin berkata, lha, tapi kita kan tetap tersinggung karena dihina. Kalau anda tetap bersikeras dengan pendapat ini, baiklah, ijinkan saya mengajukan satu pertanyaan pada anda, 粘iapakah yang tersinggung atau merasa terhina? Aku? Saya? Aku yang mana? Bagian mana dari diri saya yang tersinggung?
Kalau kita mau jujur maka yang sebenarnya kena adalah perasaan kita. Pertanyaan selanjutnya adalah, Apakah perasaan kita sama dengan diri kita? Apakah perasaan kita adalah diri kita?
Tentu tidak. Perasaan, sama dengan pikiran, akan selalu timbul dan tenggelam, tidak abadi, dan sudah tentu bukan diri kita.[]
*Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pembicara publik dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri.
|
|
Jumat, 30 Januari 2009 13:51 |
Bangun pagi… aduh malas… ngantuk… ke kantor lagi… argh!
Masih seperti itu setiap harinya? pastinya ngga enak banget, kalau bangun pagi feeling sudah bad mood, biasanya seharian juga bisa bad mood dan bisa bisa berbuntut ke besok-besoknya. Saya ada tips yang sering saya lakukan, yah at least setiap ngantor pasti masih semangat lah. Sharing2 disini ya…
- Styling yourself
Anda pasti pernah bosan dengan tampilan anda yang itu-itu saja, ini bukan masalah menjadi diri sendiri atau tidak, tetapi cobalah untuk kreatif salah satunya dalam hal style, styling rambut anda, variasikan pakaian anda dengan hal yang baru, cobalah pakai dasi kalau biasanya ngga pakai, coba pakai dasi 2 kalau memang biasa pakai, cobalah parfum lain, pakai sepatu yang lain, dsb. Saya yakin rasanya menyenangkan jika anda mempunyai sesuatu yang baru dalam hal penampilan dan anda ingin beritahukan ke teman kantor.
- Find your office’s best friends
Salah satu enaknya ngantor itu kita ketemu teman-teman yang lain, kita bisa bergaul, ngobrol, sharing, becanda, dsb. Pastikan anda mempunyai teman baik di kantor, hal itu bisa membuat anda bersemangat untuk ke kantor, biarpun hari hujan, macet, kerjaan banyak tetapi teman anda menyenangkan, anda pasti akan lebih semangat yah at least buat ketemu dan sharing2 sambil bekerja. Inget yah best friends, bukan office affairs.
- Never have enemies
Punya musuh dikantor? atau benci sama client anda? atau malah bos anda? sebaiknya lupakan, mempunyai musuh hanya akan membuat anda malas ke kantor. Usahakan jangan mempunyai musuh dikantor, kalau anda ada masalah dikantor, selesaikanlah dengan segera dan lupakan permusuhan secepatnya.
- Have fun with your boss
Bos anda galak? tapi masih seorang manusiakan? saya yakin masih bisa diajak becanda, tinggal pilih waktu dan tempatnya saja. Dari mulai yang ringan-ringan sekedar iseng nanya gimana jalanan pagi ini sampai guyonan di wall facebooknya. Bos itu juga kadang ngga suka kalau dianggap terlalu di tuakan atau di bedakan kok, jadi jangan takut becanda sama bos.
- Have a to do list
Anda ke kantor pastinya untuk bekerja, jadi pastikan anda tahu apa yang anda akan lakukan di kantor hari ini, buatlah to do list simple di hp/agenda anda sehari sebelumnya, dan kerjakan. Hal itu akan membuat anda merasa mempunyai tujuan ketika ke kantor dan tentunya… semangat!
- Make a goals
Sudah pasti menyenangkan rasanya jika anda bisa menyelesaikan tugas anda, entah itu melakukan penjualan dengan baik, menyelesaikan coding atau desain, membuat presentasi dsb. Menyelesaikan tugas juga bisa membuat anda semakin percaya diri dan produktif yang ujung-ujungnya anda semangat ke kantor, sukur-sukur bisa naik jabatan dan naik gaji kan?
- Accept compliments
Jangan malu untuk menerima pujian jika anda pantas, hargai kerja keras anda dan diri anda sendiri, anda pantas mendapatkannya. Jangan lupakan juga teman atau team anda, karena kebahagiaan akan lebih menyenangkan jika disharing bersama.
- Have fun with colleague
Lelah setelah mengerjakan proyek atau baru selesai pitching? ajaklah team anda keluar bersama entah itu sekedar makan, karaoke, sampai main bowling. Kalau sudah sering nongkrong kita makin akrab dan kantor makin ok rasanya.
- Don’t be too serious
Why too serious? ngga perlu kan setiap saat tampang anda di tekuk terus? rilex dan enjoy saja dengan pekerjaan anda. Kalau waktunya serius ya serius, kalau santai ya nikmati saja.
- Bring your favorite things
Bawalah iPod, PSP, buku, majalah dan hal hal lain yang bisa membuat anda merasa happy di perjalanan menuju kantor. Bahkan jika di kantor anda mengijinkan memutar music, bawalah koleksi cd music anda misalnya.
- Have a travel friends
Jika anda pengguna fasilitas umum seperti feeder bus dan kereta api, biasanya anda akan setiap hari berjumpa dengan beberapa orang yang itu itu saja, tidak ada salahnya anda berkenalan dan menjadi teman mereka selama di perjalanan. Hal itu akan mengurangi kebosanan anda di perjalanan, kalau yang masih single yah boleh lah cari kesempatan sekalian.
- Release your happy spirit
Keluarkan semangatmu, ya teriaklah jika anda baru saja menyelesaikan pekerjaan, meloncatlah setelah memenangkan pitching, menari setelah meng-close penjualaan, jangan malu-malu untuk sharing sesuatu yang happy.
- Focus to positivity
Macet, hujan, becek, panas, client galak, bos jutek, dll dll… Sh*t always happen everyday, just let it go, no need to talk/think anymore, don’t sweat the small things, focus to something fun, happy, energizing, positive. Setiap hari ada saja hal-hal kecil yang mencoba merusak hari anda, tapi biarkan saja lewat, tidak perlu memusingkan hal-hal kecil ga penting, fokus saja pada sesuatu yang menyenangkan, menggembirakan, membuat anda semangat, positif pokoknya.
- Setting your mindset/mood
Kalau menurut saya, ini yang paling penting, perasaan malas, benci, tidak enak, tidak menyenangkan itu ada dalam pikiran kita, jadi kalau kita bisa mengontrol pikiran semacam itu dan menggantinya dengan sesuatu yang menyenangkan, pasti yang terjadi juga hal-hal menyenangkan. Misalkan nih saya selalu mengganggap meeting itu sebagai kencan, jadi kalau saya mau meeting dengan client, saya bilang dalam hati, saya akan kencan dengan client. Dan tentunya kencan dan meeting adalah hal yang berbeda, kencan itu menyenangkan, dan memang akhirnya kencan alias meeting saya selalu menyenangkan.
- Ada tips lain?
Sumber: http://orangemood.wordpress.com/
Penulis: Andy born in Slawi, 14 march 1981, got bachelor in Information Technology from Bina Nusantara University at 2003.
Work at A&W Restaurant Headquarter as MIS, then manage hundred of server as System Infrastructure & Network Security at PT. Lyto Datarindo Fortuna who hold the license master of Ragnarok Online Game, after that as Project Manager develop unique online social networking named Cystage (similar with www.cyworld.com) and now work at Interactive Hub sister company from ihub media & dlive media as Asst. Sales Manager who handled online advertising campaign at various international network such as Friendster, MDAS - Microsoft Digital Advertising Solutions (MSN Portal, Windows Live Hotmail, Windows Live Messenger, Spaces, etc) and also SCTV Network (sctv.co.id, Liputan6, LiputanBola) and start from January 2008 being delegated to handle MDAS only for Indonesia market as a Sales Manager at dLive Media.
|
|